Suasana rakor PTKIN se Indonesia di UIN Malang Jatim yang berlangsung 21-25 Juni 2019.
Majene (BERANDATIMUR.COM) – Sekolah Tinggi Islam Negeri (STAIN) Majene Sulawesi Barat telah mengikuti rapat koordinasi bidang kemahasiswaan PTKIN se Indonesia di Hotel Grand Chakra Kota Malang Jawa Timur.
Rakor yang berlangsung 21-25 Juni 2019 diikuti unsur pimpinan dari UIN, IAIN dan STAIN se Indonesia membahas persiapan pekan ilmiah, olahraga, seni dan riset (PIONIR).
Selain itu, rakor ini juga membahas masalah pengenalan budaya akedemik kampus (PBAK).
Rakor ini dibuka langsung oleh Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Abdul Haris selaku tuan rumah.
Dalam sambutan Abdul Haris menjelaskan bahwa posisi warek/waket III bidang kemahasiswaan adalah posisi amat vital dan strategis dalam mengemban dan menerapkan kebijakan internal institusi.
“Pendidikan tinggi intinya pelayanan, terutama kepada masyarakat kampus yaitu mahasiswa. Pelayanan maksimal sesungguhnya bagaimana menciptakan suasana yang sejuk, kreatif dan inovasi agar mahasiswa mampu bersaing, berprestasi, membesarkan almamaternya, serta mewujudkan visi dan misi institusi,” tegas Rektor UIM Malang.
Ajang PIONIR ke-9 yang akan di gelar di Kota Malang pada Juli 2019 merupakan momentum yang sangat strategis untuk mengembangkan berbagai kreatifitas dalam bidang kemahasiswaan.
“Saya selaku tuan rumah mengajak semua, ayo kita sukseskan PIONIR nanti dengan kerja keras dan kerjasama dengan penuh rasa tanggung jawab,” jelas Abdul haris.
Sedangkan Direktur Dikti diwakili oleh Kasubdit Sapras yang diantarkan oleh Kasubag kemahasiswaan, Rukman Bashori mengatakan, dalam persiapan PIONIR ke-9 yang akan digelar nanti meliputi sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, dan sukses silaturahim.
Rukman Bashori mengharapkan agar ada revitalisasi dalam program pelaksanaan PBAK untuk tahun 2019 ini sehingga tahun depan program ini tinggal menyempurnakan.
Kasubdit juga berkomitmen untuk tetap mensuppor berbagai kegiatan kemahasiswaan dalam empat zona, yaitu poros INTIM untuk Indonesia Timur, PKM untuk Sumatra, BUAF untuk Kalimantan dan IPPBM untuk Jawa dan Madura serta siap melanjutkan pemberian anggaran sapras dan trecer study tahun depan.
Melalui sambungan telepon seluler, Wakil Ketua Rektor III STAIN Majene Anwar Sadat mengatakan forum ini sangat bergengsi mengingat maju tidaknya bidang kemahasiswaan sangat ditentukan sejauh mana komitmen para warek/waket III dalam menjalankan tupoksinya.
Ajang PIONIR tahun ini yang akan berlangsung di Kota Malang, STAIN Majene akan mengutus sebanyak 46 orang tanpa menargetkan juara.
“Saya punya keyakinan PIONIR berikutnya STAIN Majene akan lebih bisa eksis dan berbicara, mengingat pembinaan kemahasiswaan tiga tahun rekahir ini ada selalu peningkatan tiap tahunnya sehingga bisa menjadi kekuatan baru di kawasan intim yang wajib diperhitungkan,” ujar Anwar Sadat. (*)

 

Baca Juga:  KPU Sulbar "Goes To Campus" di STAIN Majene

Reporter: Almadar Fattah
Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here