STAIN Majene Ikut Rakor PTKIN Se Indonesia di Surabaya

Majene (BERANDATIMUR.COM) – Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kabupaten Majene Sulawesi Barat telah mengikuti rapat koordinasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se Indonesia di Surabaya Jawa Timur yang berlangsung 4-6 April 2019.

Wakil Rektor/Ketua Bidang Kemahasiswaan, Anwar Sadat mewakili STAIN Majene dalam rakor di International Office PTKIN Kementerian Agama RI di Universitas Islam Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.

Rakor forum warek/waket ini secara resmi dibuka oleh Warek III UINSA Surabaya, Makhsum dihadiri Direktur Of International Office, Maria Anityasari dan Asisten utusan Presiden untuk negara-negara Timur Tengah, Dedi Mulyadi.

Daam sambutannya, Makhsum menyatakan, rakor PTKIN ini menjadi ajang silaturahmi antara Perguruan Tinggi Islam untuk membahas kerjasama luar negeri.

“Mudah-mudahan silaturahmi kita ini semakin erat, sehingga dapat saling memberi solusi yang arif untuk setiap persoalan yang ada,” harap dia.

Baca Juga:  Total Penyaluran PKH di Kaltara Capai Rp 32 Miliar

Silaturrahmi itu penting, agar ada masukan berharga dari rakor ini yang dapat menjadi rekomendasi bagi pimpinan berwenang guna melengkapi putusan dirjen tentang kerjasama luar negeri.

Suasana rakor PTKIN se Indonesia di UINSA Surabaya Jatim

Pada kesempatan yang sama, Direktur Of International Office, Maria Anityasari mengatakan, pada hakekatnya  internasionalisasi perguruan tinggi bukanlah sekedar mendatangkan mahasiswa asing untuk kuliah di kampus masing-masing.

Tetapi lebih utama adalah, upaya menguprade kualitas mahasiswa PTIN di Indonesia setara dan mampu bersaing dengan mahasiswa luar negeri.

Internasionalisasi kampus dapat dicapai dengan mengembangkan kompetensi, kemampuan bahasa, dan mindset, kata Maria.

Lebih lanjut doa menyampaikan bahwa PTKIN dapat mengirim utusan dari pejabat yang mengurus kerjasama luar negeri untuk mengikuti pelatihan kantor urusan internasional dan pelatihan.

Baca Juga:  STAIN Majene Tandatangani Mou Dengan UMM Malang

Mahasiswa ITS yang terlatih untuk memberikan wawasan internasional, membantu membuat program jangka pendek dan menyusun rencana aksi untuk menembus dunia internasional, kata Direktur IO ini.

Sementara itu, Asisten Utusan Presiden RI untuk negara Timur Tengah, Dedi Mulyadi menyatakan, menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi di Timur Tengah tidak perlu kuatir dari aspek keamanan.

“Menyampaikan proses MoU ke Timur Tengah diawali dengan melakukan komunikasi kepada pihak embassy negara tujuan dan atau berkonsultasi dengan Kantor Utusan Khusus Presiden dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI),” terang dia.

Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan STAIN Majene, Anwar Sadat (kiri)

Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI sepenuhnya mendukung usulan ketua rakor tentang penganggaran tracer studi dengan nominal 200 juta pada setiap PTKIN.

Sedangkan Warek III STAIN Mejene, Anwar Sadat menilai keberadaan mahasiswa asing di kampus harus memberikan manfaat kepada civitas akademika dan lingkungan kampus.

Baca Juga:  Manfaatkan Masa #di Rumah Saja#, Rumah Nuba Edukasi Anak-anak Bersihkan Sampah

Bukan justru kehadirannya (mahasiswa asing) harus dilayani dan dimanja, harap Anwar Sadat.

“Kerjasama dengan luar negeri kalau kita manfaatkan dengan baik sangat membantu pihak kampus karena akan menambah point akreditasi”, ujar dia.

Ia mengharapkan, hasil kesepakatan dalam rakor tersebut tidak hanya sebatas MoU tetapi harus segera ada tindaklanjutnya. (*)

Reporter: Almadar Fattah
Editor : M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here