Majene (BERANDATIMUR.COM) – Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene Sulawesi Barat berhasil menyabet kontingen terdisiplin pada Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) yang berlangsung di UIN Malang Jawa Timur.

STAIN Majene salah satu peserta dari 58 PTKIN di Indonesia menjadikan ajang itu sebagai penguatan silaturahim dan telah banyak mendapatkan pelajaran serta pengalaman terbaik.

Dalam gelaran tersebut, sejumlah PTKIN tidak mendapatkan medali atau juara itu hal biasa. Meskipun tidak mendapatkan medali setiap kontingen harus bangga karena mendapatkan tempat sebagai duta kampus masing-masing, jelas Wakil Ketua III STAIN Majene, Anwar Sadat melalui sambungan telepon, Senin, 22 Juli 2019.

Baca Juga:  BP3TKI Bekali TKI Deportasi Pengetahuan Kebangsaan

Kontingen STAIN Majene Provinsi Sulawesi Barat yang mengirimkan 46 atlit untuk 13 cabang perlombaan diajang PIONIR IX adalah pengalaman pertama.

Anwar Sadat menuturkan wajar kalau STAIN Majene belum bisa banyak berbicara dikancah nasional, karena kampus ini baru berdiri dua tahun yang lalu.

Selaku Ketua kontingen STAIN Majene Anwar Sadat menambahkan salah satu motivasi dan membuat bangga bagi perguruan tinggi di Kabupaten Majene  pada pegelaran PIONIR tahun ini karena mandapatkan anugrah predikat kontingen PIONIR terdisiplin.

“Harapan kami dari kontingen STAIN Majene, multi event ini tetap berlanjut karena ini menjadi penyemangat untuk terus belajar dan berbenah diri untuk lebih memahami berkompetisi dan berprestasi secara sportif,” ujar dia.

Baca Juga:  TKW Asal Jatim Dipulangkan Dari Sabah Karena Stroke

Ia menekankan, menjadi juara bukanlah satu-satunya tujuan utama lebih penting membangun kebersamaan dan kekompakan dalam tim yang perlu dikembangkan melalui momentum kompetisi ini. (*)

Reporter: Almadar Fattah
Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here