Status Hukum 2 Anggota Polisi Malaysia, Imigrasi Nunukan Tunggu Hasil Koordinasi Pimpinan

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan Kalimantan Utara belum berani menentukan status hukum dua warga negara asing (WNA) asal Malaysia yang mengaku anggota polisi karena masih menunggu hasil koordinasi pimpinannya dengan Konsulat Jenderal Malaysia di Pontianak Kalimantan Barat.
Kepala Seksi Intel Imigrasi Nunukan, Bimo Mardi Wibowo di Nunukan, Senin (1/4) menyatakan, saat ini sedang menahan dua WNA Malaysia namun belum dapat ditentukan status hukumnya apakah dideportasi atau diproses hingga pengadilan.
Ia menambahkan, pengakuan keduanya anggota polisi belum dapat dibuktikan juga karena tidak memiliki kartu anggota atau identitas lainnya. “Cuma perlihatkan foto saja tidak ada kartu anggota ataupun identitas lainnya,” ujar Bimo.
Kedua WNA tanpa dokumen atau paspor ini ditemukan sedang menikmati akhir pekan di salah satu MIni Pub yang terletak di Pasir Putih Kelurahan Nunukan Tengah Kabupaten Nunukan pada Sabtu (30/3) sekira pukul 21.30 wita.
Keberadaan di Mini Pub tersebut, menyeberang ke Pulau Nunukan mengunakan speedboat yang telah dihubungi sebelumnya. Kedua masuk wilayah NKRI di Kabupaten Nunukan melalui pintu ilegal di Pasar Yamaker Kelurahan Nunukan Barat.

Baca juga: Dua Polisi Malaysia Diamankan Saat “Enjoy” Pada Salah Satu Pub di Nunukan

Baca Juga:  BREAKINGNEWS - Dua Perempuan Ini Korban "Human Trafficking" di Malaysia
Pengakuan kedua WNA Malaysia yang mengaku anggota polisi yang menjaga Pos Putih yang berhadapan dengan Pasar Yamaker itu, hanya ingin menikmati akhir pekannya sebelum pergantian anggota jaga di pos Malaysia itu.
Namun pada saat pemeriksaan identitas terhadap keduanya, tidak ada kartu sama sekali yang dibawa kecuali foto diri masing-masing. “Tapi keduanya mengaku anggota polisi (Malaysia) yang bertugas jaga pos putih di sebelah Pasar Yamaker itu,” ujar dia.

Kasi Intel Imigrasi Nunukan ini menambahkan, keduanya juga mengaku menyeberang ke Pulau Nunukan atas jasa salah seorang pemilik kapal cepat yang telah dihubungi sebelumnya.

Baca Juga:  PSSI Sulbar Laksanakan Kursus Wasit C-2. Asprov Sebut Anak Muda Kurang Minat Kursus Wasit

WNA ini masih dalam tahanan di Rudenim Nunukan sambil menunggu hasil koordinasi dengan Konsulat Jenderal Malaysia di Pontianak Kalimantan Barat.

“Mengenai status hukumnya apakah di deportasi atau diproses hukum di pengadilan masih menunggu hasil koordinasi pimpinan imigrasi dengan Konsulat Jenderal Malaysia di Pontianak (Kalbar),” ujar Bimo.

Ia menyatakan pula bahwa Konsulat Jenderal Malaysia masih ingin memastikan apakah benar kedua warga negaranya benar anggota polisi Sabah. Nama kedua WNA ini adalah Simon Andrie Yoseph berpangkat konstabel dan Mohamad Zainol bin Rosli berpangkat Lans Koperal.

Bimo mengutarakan pengakuan keduanya anggota polisi hanya diperlihatkan melalui foto masing-masing karena tidak membawa identitas atau kartu sama sekali. (***)

Baca Juga:  Polisi Nunukan Tangkap Bandar Sabu-sabu di Sidrap (Sulsel). Lima Kali Loloskan Total 25 Kg dari Malaysia
Editor : M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here