Suasana Kedatangan Hingga Pemakaman Bharatu (Anumerta) Aldy, Pahlawan Nunukan yang Gugur Membela Negara di Kabupaten Nduga

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) РAlmarhum Bharatu Aldy telah tiada. Pahlawan asal Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara setelah tertembak kelompok sipil bersenjata saat dipercayakan menjaga keamanan Bandara di Distrik Mugi Kabupaten Nduga Papua pada Rabu (20/3).

Gugurnya putra kebanggan Kabupaten Nunukan menyisakan sedih dan rasa haru bagi keluarga, teman, kerabat dan pemerintah Kabupaten Nunukan.

Kehilangan anak kedua seorang buruh pelabuhan yang beralamat di RT 12 Kelurahan Nunukan Timur ini juga menyisakan rasa bangga karena gugur saat ditugaskan negara padanya.

Rasa kehilangan almarhum Bharatu Aldy ditandai dengan membanjirnya ribuan warga yang menjemput hingga memadati dermaga Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan hingga melayat ke rumah orangtuanya.

Tangis dan teriakan haru pun tak terhindarkan dari keluarga dan kerabatnya. Sebab Bharatu Aldy yang diberi gelar Anumerta karena menjaga keamanan negara merupakan anak kebanggaan keluarganya dengan sejumlah angan-angan yang direncanakan dengan saudaranya.

Jenazah Bharatu (Anumerta) Aldy saat tiba di Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan, Jumat (22/3)

Tepat pukul 10.10 wita tiba di Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan menggunakan kapal cepat (speedboat) dari Tarakan. Diusung anggota kepolisian dan TNI secara militer, tiba di rumah orangtuanya sekitar pukul 10.35 wita.

Baca Juga:  Demi mencukupi pasokan air ke RSUD, PDAM minta Embung Sei Fatimah segera difungsikan

Pada hari yang sama Jumat (22/3) sekira pukul 13.35 wita meninggalkan kediaman orangtuanya menuju Taman Makam Pahlawan (TMP) Jaya Sakti untuk dimakamkan secara militer pula.

Menggunakan mobil ambulans diiringi puluhan kendaraan umum dan dinas dari kepolisian, TNI dan Pemkab Nunukan.

Setibanya di TMP Jaya Sakti sekira pukul 14.10 wita prosesi pemakaman dimulai. Aparat kepolisian dan TNI dengan mengenakan pakaian kebesaran mengikuti upacara disaksikan ratusan warga dan keluarga.

Bertindak selaku inspektur upacara, Kombes Pol Zainal, Wakil Polda Kaltara dengan Komandan Upacara Wakil Kapolres Nunukan, Kompol Imam Muhadi.

Wakapolda Kaltara, Kombes Pol Zainal saat selaku Irup upacara pemakaman jenazah Bharatu (Anumerta) Aldy di TMP Jaya Sakti Nunukan, Jumat (22/3)

Hadir pada upacara tersebut Komandan Pasukan Pelopor Korps Brimob Polri, Brigjen Pol Vertianto Iskandar Bitticaca, Komandan Resimen 2 Pasukan Pelopor Korps Brimob Polri, Kombes Pol Abu Bakar Tertusi, Wakil Operasi Nemangkawi, Kombes Pol Sugeng S serta sejumlah perwira menengah Korps Brimob Polri.

Baca Juga:  Zainal A Paliwang Main Futsal Bersama Milenial, Cetak 3 Gol

Kemudian hadir pula Bupati Nunukan, Asmin Laura Hafid, Ketua DPRD Nunukan, Haji Danni Iskandar, Kapolres Nunukan, AKBP Teguh Triwantoro, Komandan Kodim 0911 Nunukan, Letkol Czi Abdillah Arif dan Komandan Pangkalan TNI AL Nunukan.

Pemakaman almarhum Bharatu (Anumerta) Aldy ditandai dengan tembakan salvo dari anggota Brimobda Nunukan.

Sebelum bendera merah putih yang menutupi keranda dibuka, empat prajurit TNI AD dan AL menghampiri liang lahat.

Pejabat yang menghadiri pemakaman jenazah Bharatu (Anumerta) Aldy di TMP Jaya Sakti Nunukan, Jumat (22/3)

Pertanda jenazah almarhum akan dikeluarkan dari keranda untuk dimasukkan ke liang lahat. Tiga pihak keluarga turun ke liang lahat menjemput jenazah Bharatu (Anumerta) Aldy sebagai tempat peristirahatan terakhir.

Suara adzan pun berkumandang dalam liang lahat sebelum ditimbun tanah secara simbolis oleh Komandan Pasukan Pelopor Korps Brimob Polri dan orangtuanya Amir.

Setelah itu, tiga karangan bunga diletakkan di atas pusara almarhum sebagai penghormatan terakhir kepadanya sebagai pahlawan kusuma bangsa.

Wakapolda Kaltara, Kombes Pol Zainal mengawali sambutannya meminta hadirin untuk menjawab pertanyaannya.

Baca Juga:  Dinkes Nunukan Sarankan Manfaatkan DD Buat Posyandu Wisata

Begini pertanyaannya, “Apakah almarhum Bharatu Aldy baik atau jahat selama hidupnya?”. Warga yang hadir menjawab: baiiiikkkkk.

Pertanyaan ini diulang hingga tiga kali dengan jawaban yang sama.

Zainal mengajak orangtua, kerabat, teman dan seluruh masyarakat Kabupaten Nunukan termasuk jajaran Polri yang telah kehilangan putra terbaik, agar ikhlas dan legowo melepaskannya ke alam baqa.

Almarhum Bharatu Aldy menjadi pahlawan muda yang akan dikenang selamanya oleh polri, masyarakat dan negara yang gugur dalam tugas pengamanan di Distrik Mugi Kabupaten Nduga.

Selamat jalan pahlawanku, saudaraku, putra terbaik ku, kebanggaan polri dan Pemkab Nunukan.

Editor : M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here