Makassar (berandatimur.com) – Balai Besar Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BBKIPM) Makassar mewaspadai serangan ikan asing di perairan Sulsel.

Potensi serangan dan penyebaran ikan asing ini akibat perdagangan ilegal yang tidak diketahui negara asalnya.

Melalui talkshow BBKIPM Makassar bekerja sama Indo Betta Splendea (InBS) Chapter Sulsel di Trans Studio Makassar Jalan Metro Tanjung Bunga Makassar,  akhir Juli 2018 terungkap bahwa penyebaran ikan invasif di perairan Indonesia dapat mengancam ekosistim dan endemik spesies tertentu.

Talkshow yang bertema ” Ikan Sehat Yes Ikan Invasif No” ini, Kepala BBKIPM Makassar, Sitti Chadijah mengemukakan, Indonesia yang dikenal dunia memiliki keanekaragaman hayati terbesar kedua setelah Brazil.

Indonesia mempunyai sekitar 25.000 spesies tanaman dan 400.000 jenis hewan 3.000 spesies diantaranya adalah ikan.

Baca Juga:  Jalan Layang Maros Pangkas Jalur Logistik Makkassar-Bone

“Maraknya perdagangan spesies yang tidak diketahui asal usulnya dapat menjadi ancaman bagi penularan penyakit baru,” urai dia.

Selain itu, regulasi yang belum ada terkait pemasukan spesies akuatik asing belum dipertajam dalam ranah penegakan hukum agar dapat diberikan sanksi yang tegas.

Ia mengharapkan, talkshow memberikan pemahaman dan informasi tentang status penyebaran ikan invasif di Indonesia serta ketentuan dan standar perdagangan internasional produk perikanan non konsumsi kepada pebisnis dan penggemar ikan hias air tawar.

Sitti Chadidjah menyatakan spesies asing invasif adalah salah satu isu utama di dunia yang mengemuka saat ini karena dapat mematikan spesies lain.

Lalu dapat mengganggu lingkungan dan memacetkan pergerakan ekonomi atas dampak yang ditimbulkannya. Hanya saja, dampak introduksi ikan asing ke perairan umum di Indonesia belum pernah diteliti secara mendalam.

Baca Juga:  Satreskrim dan KSKP Polres Nunukan Ringkus Lima Pelaku Jaringan Pengedar Sabu-sabu

Namun belajar dari mulai banyak kasus yang ditimbulkan oleh ikan asing ini dengan ancaman serius terhadap kelestarian sumberdaya ikan asli khususnya wilayah perairan di Sulsel.

Realitas yang dapat ditimbulkan adalah kepunahan biota-biota eksotik seperti ikan butini (Glossogobius matanensis) dan ikan opudi (Telmatherina celebensis) sebagai akibat introduksi ikan louhan yang dilakukan akhir-akhir ini.

“Di Kota Makassar, kami sedang mendata ikan-ikan invasif yang dipelihara oleh masyarakat untuk selanjutnya diserahkan secara sukarela kepada pihak karantina ikan untuk melindungi produksi perikanan Sulsel” jelas Sitti Chadijah.

Langkah antisipasi yang dapat dilakukan BBKIPM Makassar terhadap ikan asing invasif adalah dengan meningkatkan pengawasan dan pengendalian secara terpadu agar penyebarannya dapat ditekan serendah mungkin.

Baca Juga:  Kodim 0911 Nunukan Peduli: Dari Cegah DBD, Berantas Narkoba, Sholat Subuh Berjamaah Hingga Doakan Orang Sakit

Khususnya pada ikan asing jenis karnivora yang cepat berkembang biak sehingga tidak menyebabkan punahnya spesies ikan asli di Indonesia.

Pengawasan dilakukan dengan mengadakan pembinaan dan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya pelepasan ikan hias ke alam.

Memelihara dan memperbanyak ikan asing invasif dalam unit tertutup agar tidak lepas ke alam. Selain itu perlu dilakukan pemeriksaan lalu lintas ikan antar pulau agar ikan asing invasif tidak masuk ke wilayah baru.

Editor: M Rusman


 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here