Suporter Perseftim Flotim bikin rusuh liga ETMC, Bupatinya minta maaf

Larantuka (BERANDATIMUR) – Masih menyisakan rasa pilu dan kekecewaan bagi masyarakat Kabupaten Lembata, NTT atas ulah suporter dari Flores Timur yang bikin rusuh pertandingan Liga 3 ETMC ke-31 2022.

Kerusuhan terjadi pada laga perempatfinal Perseftim Flores Timur melawan Perse Ende. Pertandingan dihentikan wasit yang memimpin pertandingan pada menit ke-83 di Stadion Gelora 99 Lewoleba.

Sekaitan dengan ulah suporternya ini, Pejabat Bupati Flores Timur Doris Alexander Rihi meminta maaf kepada Pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Lembata. 

Doris Rihi mengaku sangat menyesal atas ulah masyarakatnya yang menyebabkan sejumlah fasilitas stadion rusak dan dibakar.

Baca Juga:  Gol semata wayang Cahya Dwi Permana mengantar Perse Ende ke final ETMC 2022

“Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Flotim, saya menyampaikan rasa penyesalan atas kejadian tersebut dan permohonan maaf kepada semua pihak atas ketidaknyamanan yang terjadi. Secara khusus, kepada Pemerintah Daerah dan masyarakat Lembata, saya juga menyampaikan permohonan maaf,” ungkap Doris Rihi kepada awak media ini pada Minggu, 25 September 2022.

Pejabat Bupati Flotim menyatakan kejadian tersebut akan dijadikan pembelajaran. Pada kesempatan itu, dia mengajak masyarakat Flores Timur agar mau menjunjung tinggi sportivitas dan selalu menciptakan rasa persaudaraan antar sesama.

“Sekaligus saya mengajak setiap kita untuk selalu menjunjung tinggi sportifitas dalam setiap event olahraga. Perlu ciptakan rasa persaudaraan di antara kita,” katanya.

Baca Juga:  Agus Boli ajak milenial Katolik siapkan diri lawan kemiskinan dan kebodohan

Ia mengatakan, tidak ada yang menghendaki adanya kericuhan, apalagi dalam turnamen akbar seperti ETMC atau liga 3 ZONA NTT

“Sekali lagi atas kejadian kemarin yang tentu siapapun tidak menghendakinya, saya minta maaf. Tuhan memberkati,” tutup Doris Rihi. (mg01)

Editor: M Rusman 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here