Takut Skandal Pemalsuan Terkuak, Sepakbola Irak Mundur dari Asean Games

Jakarta (berandatimur.com) – Komite Olimpiade Irak merilis pengunduran dari perhelatan Asean Games 2018 di Indonesia pada cabang olahraga sepakbola karena adanya indikasi pemalsuan umur.

Pemalsuan umur tim sepakbola U-23 yang dilakukan Irak ini ditakutkan terbongkar (terkuak) sehingga keputusan mundur telah final dan posisinya digantikan Unk Emirat Arab di grup E. Tim sepakbola Uni Emirat Arab ini sebelumnya berada di grup E.

Pengunduran diri ini sontak menjadi sorotan dan sempat membuat panitia pelaksana dan OCA Asean Games yang digelar di Jakarta dan Palembang, Sumsel ini langsung mengambil langkah cepat dengan bekerja sama AFC dan PSSI menyelesaikannya dengan baik.

Baca Juga:  Legislator Dedi Sitorus Bagi-bagi Takjil dan Bukber di Pesantren Al Khautsar Nunukan

Sebagaimana dilansir dari Bola.com, kabar pemalsuan umur ini mencuat karena penarikan tim sepakbola nasional Irak dari Asean Games simpang siur.

Penarikan tim sepakbola oleh Komite Dewan Olimpiade Irak karena skandal pencurian umur, sebelumnya sempat dibantah oleh Asosiasi Sepakbola Irak (IFA) melalui situs resminya yang menyatakan gara-gara kesulitan mengumpulkan pemain karena klub menolak melepaskannya.

Pencurian umur dalam timnas sepakbola Irak pernah juga ditemukan pada kelompok umur 16 (U-16) yang akan bertolak ke Yordania mengikuti turnamen regional.

Legenda sepak bola Irak, Karim Saddam, menuturkan IFA melakukan kecurangan tidak hanya di Timnas U-16 tetapi nyaris pada semua kelompok umur termasuk U-23 yang akan berlaga di Asean Games 2018 di Indonesia.

Baca Juga:  Wabah COVID-19, Bupati Polman Layani Rakyat di Ruang Terbuka

“Mereka (IFA) mencoba berbagai cara, dengan biaya berapa pun agar timnas mencapai kesuksesan dan mendapat pujian dari itu,” tuding Saddam.

Pencurian umur bagi timnas sepakbola Irak ini berawal dari unggahan di dunia maya oleh Aktivitis Anti-Penipuan negara itu.

Unggahan ini mendapatkan respon dari Komite Olimpiade Irak sehingga  memutuskan menarik timnas Irak U-23 yang sedang menggelar pemusatan latihan di Erbil menjelang keikutsertaan di Asian Games 2018.

Otoritas olahraga di Irak disebut berupaya menutupi skandal ini agar tak mencuat dengan menyebut mereka sudah melakukan pemeriksaan dan merasa terkejut dengan persoalan ini.

Baca Juga:  Pemagangan Calon Tenaga Kerja Dalam Negeri 2019

Sehubungan dengan kasus penarikan timnas U-23 Irak dari Asean Games 2018 di Indonesia terancam kena sanksi berupa denda 100 ribu dolar AS atau Rp1,4 miliar dan kemungkinan dilarang tampil di Asian Games 2022 Hangzhou, Korsel.(***)

Editor: M Rusman

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here