Nunukan (berandatimur.com) – Tanoto Foundation selaku lembaga filantropi menggelar pelatihan bagi fasilitator daerah dan guru LPTK mitranya di Medan, Sumut.

Pelatihan yang dihadiri Direktur Pembelajaran Kemenristekdikti, Paristiyanti Nurwardani bertemakan:
Guru Wajib Laksanakan Pembelajaran Aktif.

Paristiyanti menyatakan, penerapan pembelajaran aktif atau pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered learning) adalah wajib bagi guru untuk menimplementasikannya di kelas.

”Penerapan student centered learning sudah diatur oleh undang-undang, menjadi kewajiban bagi guru menerapkannya di kelas,” tegas dia di Medan, Rabu (29/8).

Pada kesempatan itu, dia menyinggung rencana Kemenristekdikti akan menyelenggarakan Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk 70.000 sampai 220.000 guru dalam jabatan.

Baca Juga:  Pria Pengedar Sabu-Sabu Diringkus di Rumahnya

Dimana kementerian itu telah menyiapkan 12.000 modul untuk mendukung program peningkatan profesionalisme guru di Indonesia.

Ia mengharapkan, Tanoto Foundation selaku lembaga filantropi dapat melakukannya dengan cepat upaya pemerintah dalam mendorong sekolah mempercepat penerapan pembelajaran aktif di sekolah secara menyeluruh.

Bahkan kata Paristiyanti, akan merekrut banyak instruktur terbaik untuk menjadi pembimbing PPG dalam jabatan.

“Saya minta para fasilitator terbaik dari Tanoto Foundation juga bisa ikut terlibat menjadi instruktur nasional PPG ini,” katanya lagi melalui siaran pers Tanoto Foundation.

Tanoto Foundation melalui program Pelita Pendidikan tengah melatih lebih dari 500 fasilitator daerah dan LPTK mitra.

Baca Juga:  Unitas Sikka pameran kerajinan di Festival Bale Nagi Flores Timur

Mereka dipersiapkan untuk melatih dan mendampingi lebih dari 800 sekolah dan madrasah mitra dalam menerapkan praktik-praktik baik dalam pembelajaran aktif, manajemen berbasis sekolah, dan budaya baca.

Secara terpisah, Provincial Coordinator program Pelita Pendidikan Tanoto Foundation Kalimantan Timur, Affan Surya menyatakan bahwa himbauan Kemenristekdikti harus ditindaklanjuti di lapangan segera dan secara menyeluruh.

“Tantangan abad ini membutuhkan siswa-siswa yang kreatif dan bisa menjawab berbagai masalah lingkungannya. Yakni pembelajaran yang berpusat pada guru memang seharusnya mulai ditinggalkan,” ungkap dia.

Di Kaltim, kata Affan, metode pembelajaran aktif dan manajemen berbasis sekolah akan segera dilatihkan kepada para fasilitator terpilih program Pelita Pendidikan yang berjumlah 64 orang dari Kota Balikpapan dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Baca Juga:  STAIN Majene Ikut Rakor PTKIN Se Indonesia di Surabaya

Ditambah 24 fasilitator lainnya yang berasal dari Universitas Mulawarman dan IAIN Samarinda. (***)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here