Target raih Piala Adipura ketiga, Laura ajak masyarakat wujudkan Nunukan bebas sampah

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Pemerintah Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara mengajak jajarannya, instansi vertikal, perusahaan dan seluruh elemen masyarakat agar terus meningkatkan kesadaran membebaskan daerahnya dari sampah demi mewujudkan target meraih Piala Adipura ketiga kalinya.

Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid pada peluncuran Nunukan Bebas Sampah 2025 di Pasar Yamaker Kelurahan Nunukan Barat mengatakan, daerahnya telah dua kali meraih Piala Adipura berturut-turut sehingga pada 2019 ini berkeinginan diraih kembali.

Ia mengatakan, hanya Kabupaten Nunukan di Provinsi Kaltara yang sukses meraih Piala Adipura dua kali berturut-turut. Sebuah prestasi yang patut dibanggakan atas pencapaian tersebut berkat peran serta, kerja sama dan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungannya.

Baca Juga:  Nunukan Sukses Putus Rantai Penularan Corona, Laura: Berkat Kedisiplinan Masyarakat

Oleh karena itu, Laura mengimbau agar penilaian Piala Adipura pada 2019 ini Kabupaten Nunukan dapat meraihnya kembali.

Untuk itu dia berpesan kepada seluruh elemen masyarakat untuk mengsosialisasikan tentang kesadaran menjaga kebersihan lingkungan dari sampah-sampah khususnya terbebas dari sampah anorganik seperti plastik dan botol-botol air mineral.

Ia menceritakan hasil kunjungannya di Negeri Sakura Jepang beberapa waktu yang lalu. Di negara itu, hampir tidak tampak sampah-sampah berserakan karena tingginya kesadaran masyarakatnya membuang pada tempat yang telah disediakan.

Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid memberikan sambutan pada peluncuran Nunukan Bebas Sampah 2025 dan Program Kampung Iklim di depan Pasar Yamaker Kelurahan Nunukan Barat, Kamis (29/8)

Begitu pada tempat-tempat perbelanjaan, tidak ada lagi menggunakan benda berupa plastik. Tetapi semuanya memanfaatkan sarana yang mudah didaur ulang.

Baca Juga:  Lima Bayi TKI Lahir di Tahanan Malaysia, Ada yang Sakit Kulit

Sehubungan dengan hasil kunjungannya itu, Laura menginginkan adanya implementasi di Kabupaten Nunukan demi menjaga berbagai kemungkinan yang terjadi akibat sampah-sampah tersebut.

Misalnya banjir yang melanda daerahnya selama ini tidak terlepas dari banyaknya sampah yang menumpuk dan dibuang pada selokan. Tentunya berdampak pada sistim saluran drainase atau menghalangi pergerakan air menuju hilir.

Laura mengimbau masyarakat di daerahnya tidak menggunakan lagi kemasan plastik atau sarana berbelanja menggunakan kantongan plastik.

Sebab benda semacam itu, hanya sekali pakai dan dibuang kembali. Sementara, tidak bisa diurai oleh bakteri apabila dibuang pada sembarang tempat.

Baca Juga:  Terkait LKPj APBD 2020, Fraksi Hanura sarankan peningkatan dana transfer

Ia menginginkan Kabupaten Nunukan telah bebas dari sampah pada 2025 sehingga mulai sekarang terus digalakkan kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungannya dan menghindari menggunakan kantongan plastik sebagai tempat belanjaan. (***)

Editor: M Rusman

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here