Jakarta (BERANDATIMUR.COM) – Sosok calon menteri pada kabinet Jokowi-Ma’ruf mulai terkuak.

Beberapa sosok yang sudah dikenal publik terlihat hadir di Istana Kepresidenan, pada Senin, 21 Oktober 2019.

Mulai dari mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, CEO Startup GoJek, Nadiem Makarim, ada mantan Bupati Minahasa Utara Sulut, Tetty Paruntu.

Kemudian ada Bos media NET TV, Wishnutama disusul Erick Thohir, sore harinya ada Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo.

Selain tokoh sipil, di istana kemarin juga terlihat Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Tito datang tidak dengan kemaja putih, namun seragam resmi kepolisian.

Kehadiran Tito Karnavian kemudian memunculkan banyak pertanyaan.

Pasalnya, jauh sebelum adanya pengumuman susunan menteri Kabinet Kerja Jokowi-Maruf Amin, wacana pergantian posisi Kapolri sudah beredar.

Indonesia Police Watch (IPW) mendata setidaknya ada empat nama yang disebut-sebut masuk dalam bursa calon Kapolri pengganti Jenderal Tito Karnavian.

Dikutip dari TribunLampung.com disebutkan keempat calon kuat itu seluruhnya dari jenderal bintang dua (Irjen) serta dari berbagai tahun angkatan Akademi Kepolisian.

Ketua Presidium IPW Neta S Pane mengatakan, empat orang Jenderal yang masuk bursa calon Kapolri itu adalah:

1. Irjen Luki Hermawan, Kapolda Jatim

Irjen Luki Hermawan yang kini menjabat Kapolda Jawa Timur dan Akpol Angkat 1987 atau satu angkatan dengan Kapolri Tito Karnavian.

Masyarakat mungkin belum banyak mengenal sosok Inspektur Jenderal Polisi, Luki Hermawan yang kini resmi menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur.

Baca Juga:  Pakar: Anggaran Berbasis RT Terkesan Omong Kosong

Jenderal Polisi bintang dua ini berasal dari intelijen dan Keamanan (Intelkam) Polri, sehingga sangat jarang terekspos media. Wajahnya pun tidak familiar.

Sederet karier alumni Akpol angkatan 1987 dibidang intelijen Polri itu dimulainya saat menjabat sebagai Kasat Intel Polresta Malang pada tahun 1992.

Luki pernah menduduki jabatan sebagai Wadir Intelkam Polda Metro Jaya, Kapolrestabes Palembang (2008), Kaden A1 Dit A Baintelkam (Badan Intelijen Keamanan Polri) Polri 2010 dan Karorenmin Baintelkam Polri (2014).

Terakhir, sebelum menjabat Semeru 1 (Kapolda Jatim), Luki menjabat Wakil Kepala Badan Intelijen Keamanan (Wakabaintelkam) Polri pada tahun 2017.

Meskipun begitu, Luki dipercaya oleh Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian untuk memegang tongkat estafet kepemimpinan Polda Jatim di tengah gejolak tahun politik.

Luki juga mengemban tugas mendukung dan mensukseskan program prioritas Kapolri menjadikan Kepolisian Promoter (Profesional, Modern dan Terpercaya) untuk menjaga Kambtibmas selama berlangsungnya masa pemilu, pemilihan Presiden (Pilpres) dan pemilihan angota Legislatif (Pileg) 2019, khususnya di wilayah Jawa Timur.

2. Irjen Gatot Eddy Pramono, Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kapolri.

Irjen Gatot Eddy Pramono yang kini menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya yang merupakan Akpol Angkatan 1988.

Sebelum menjadi Kapolda Metro Jaya, Gatot Eddy Pramono sempat menduduki beberapa jabatan.

Berdasarkan sumber dari Tribratanews.polri.go.id yang dikutip oleh Kompas.com, pria kelahiran Solok, Sumatera Barat pada 28 Juni 1965 merupakan perwira tinggi lulusan AKPOL pada tahun 1988.

Sepanjang kariernya, ia pernah dipercayakan menjadi Kapolres Blitar, Sekretaris Pribadi Kapolri, dan Kapolres Metro Depok (2008).

Baca Juga:  Jokowi Ajukan Komjen Pol Idham Azis ke DPR Sebagai Pengganti Tito Karnavian

Selanjutnya, ia pernah menjabat Kapolres Metro Jaksel (2009), Direktur Reskrimum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya (2011),

Analis Kebijakan Madya bidang Pidum Bareskrim Polri (2012), Kabagdukminops Robinops Sops Polri (2013).

Ia juga pernah menduduki posisi Karolemtala Srena Polri (2014), Wakapolda Sulsel (2016), Staf Ahli Sosial Ekonomi (Sahlisosek) Kapolri (2017).

Terakhir Gatot menjabat sebagai Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kapolri.

Tahun 2018, Gatot juga dipercaya menjadi Ketua Satgas Nusantara. Satgas ini dibentuk agar Pilkada Serentak 2018 bisa berjalan aman.

Gatot dirotasi menjadi Kapolda Metro Jaya berdasarkan Surat Telegram Nomor ST/188/IKEP/2019 tertanggal 22 Januari 2019.

Surat telegram tersebut ditandatangani Asisten Kapolri bidang SDM Irjen Eko Indra Heri.

3. Irjen Ahmad Dofiri, Kapolda DI Yogyakarta

Irjen Ahmad Dofiri yang kini menjabat sebagai Kapolda Jogjakarta serta merupakan lulusan terbaik (Adimakayasa) Akpol Angkatan 1989.

Irjen. Pol. Ahmad Dofiri, M.Si. (lahir di Indramayu, Jawa Barat, 4 Juni 1967 adalah seorang perwira tinggi Polri yang sejak 14 November 2016 yang mengemban amanat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dofiri yang merupakan lulusan terbaik Akpol 1989 ini berpengalaman dalam bidang SDM. Jabatan terakhir jenderal bintang dua ini sebelum menjabat Kapolda DIY adalah Karosunluhkum Divkum Polri.

“Informasi yang dihimpun IPW, sebelum dijadikan sebagai Kapolri, calon lebih dulu dinaikkan pangkatnya menjadi jenderal bintang tiga atau Komjen,” kata dia.

Baca Juga:  Berkewarganegaraan Ganda, KOPEL Indonesia Respon Langkah Kemenkum HAM Cabut Status WNI Bupati Terpilih di NTT

Mereka katanya akan menggantikan Komjen yang pensiun.

“Dan dalam waktu dekat ini memang ada dua Komjen yang akan pensiun, yakni Kabaharkam Komjen Condro Kirono dan Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto,” kata Neta.

Ia menuturkan, sejumlah sumber di Mabes Polri menyebutkan bahwa calon Kapolri pengganti Tito Karnavian diharapkan tidak satu angkatan dengan Tito, tapi dari angkatan Akpol yang lebih muda, sehingga terjadi regenerasi pimpinan di lembaga kepolisian.

“Namun, keputusan akhir tetap ada di tangan Presiden Jokowi sebagai pemegang hak prerogatif,” katanya.

Selain Itu juga beredar pesan berantai memuat nama-nama susunan menteri Kabinet Kerja Jilid II periode 2019-20124 pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam narasi menteri kabinet Jokowi yang tersebar melalui pesan WhatsApp (WA), terdapat nama-nama baru.

Seperti halnya Najwa Shihab. Tak hanya itu, nama-nama lembaga dan jabatan baru juga dituliskan dalam pesan beredarnya nama susunan menteri kabinet Jokowi.

Contohnya Pusat Legislasi Nasional dan Badan otorita Pemindahan Ibu Kota.

Adapun beredarnya pesan nama-nama menteri beriringan dengan hangatnya rencana Presiden Jokowi untuk mengumumkan menteri kabinetnya pada Senin, 21 Oktober 2019. (***)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here