Tiga Mahasiswa Makassar Selundupkan Sabu-Sabu dari Malaysia

Nunukan (berandatimur.com) – Tiga mahasiswa salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) di Kota Makassar, Sulsel harus mendekam dalam tahanan Polres Nunukan, Kaltara karena tertangkap menyelundupkan narkotika jenis sabu-sabu dari Negeri Sabah, Malaysia.

Ketiga mahasiswa tersebut bernama Husni, Syawal dan Darmawan diamankan saat berada di atas kapal KM Thalia di Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan saat hendak menuju Pelabuhan Parepare, Sulsel pada Rabu (1/8) sekira pukul 20.00 wita.

Kapolres Nunukan, AKBP Jepri Yuniardi melalui Kasat Resnarkoba, AKP Nur Hasan di Nunukan, Sabtu (4/8) menjelaskan, penangkapan ketiga mahasiswa PTN Makassar ini berawal dari informasi dari masyarakat setempat.

Informasi yang diperoleh sebelumnya menyebutkan ada pria usia remaja yang menyelundupkan sabu-sabu dari Tawau, Malaysia menuju Sei Nyamuk Pulau Sebatik.

Baca Juga:  Antisipasi lonjakan pasien COVID-19, RSUD Nunukan datangkan oksigen dari Malaysia

Berkat informasi tersebut bahwa barang bukti sabu-sabu akan dibawa ke Parepare, Sulsel maka aparat Satresnarkoba Polres Nunukan langsung bergerak mencari pria sesuai ciri-ciri yang telah diketahui sebelumnya.

Akhirnya menemukan ketiga orang sesuai ciri-ciri yang di peroleh sebelumnya di atas kapal KM Thalia di Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan yang segera berangkat ke Pelabuhan Nusantara Parepare, Sulsel malam itu juga.

Setelah dilakukan penggeledahan badan terhadap ketiga remaja ini tetapi tidak ditemukan barang bukti kecuali hanya lakban dan gunting saja.

Namun aparat Polres Nunukan tidak berhenti melakukan penyelidikan, sehingga salah seorang dari ketiga remaja ini mengaku menginap di rumah Asbudi di Jalan Porsas Kelurahan Nunukan Timur.

Pada saat itu juga, langsung menuju rumah Asbudi lagi dilakukan penggeledahan namun tidak ditemukan barang bukti sabu-sabu.

Baca Juga:  Bupati Nunukan hadiri syukuran dan doa bersama Polres NunukanĀ 

Berkat keyakinan dan informasi adanya sabu-sabu maka terus dilakukan pencarian dan akhirnya ditemukan dalam jok motor yang terparkir di depan rumah Asbudi.

Hasil pemeriksaan terhadap ketiga remaja ini ternyata mahasiswa salah satu PTN di Kota Makassar semester akhir. Pengakuannya melakoni menjadi kurir sabu-sabu dengan upah Rp10 juta.

Jaringan penyelundupan sabu-sabu yang melibatkan tiga mahasiswa PTN di Kota Makassar, Sulsel saat ini diamankan di Mapolres Nunukan

Nurhasan mengungkapkan, peran Husni
sangat sentral karena bertindak selaku penjemput barang haram ini di Tawau Negeri Sabah, Malaysia dari seseorang yang bernama Aco.

Selanjutnya membawa ke Sei Nyamuk Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan dimana dua rekannya yaknj Syawal dan Darmawan menunggu.

Setibanya di Sei Nyamuk, Husni yang membawa 21 bungkus sabu-sabu ukuran besar ini dibagikan kepada Syawal dan Darmawan masing-masing tujuh bungkus untuk dibawa ke Pulau Nunukan di runah Asbudi.

Baca Juga:  BNN RI Sorot Sebatik Sebagai Pintu Masuk Penyelundupan Narkoba dari Malaysia

Pengakuan Husni juga sebelumnya pernah juga meloloskan sabu-sabu dari Tawau ke Makassar.

Sedangkan dua rekannya yakni Syawal dan Darmawan pertama kali melakukan jadi kurir sabu-sabu atas ajakan Husni.

Akibat keterlibatan ketiga mahasiswa PTN di Kota Makassar atas penyelundupan sabu-sabu maka penyidik Satresnarkoba Polres Nunukan menetapkan menjadi tersangka dengan barang bukti seberatĀ  2,150 kilo gram. (Anto)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here