Tiga Sipir Positif Konsumsi Narkoba. Adakah Keterkaitan Dugaan Peredaran Narkoba Dalam Lapas Nunukan?

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Hasil tes urine yang diselenggarakan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Nunukan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nunukan Kalimantan Utara pada Jumat, 11 Oktober 2019 diketahui tiga sipir positif mengonsumsi narkotika.

Adanya sipir yang positif tersebut, mengaitkan dugaan peredaran narkotika dalam lingkungan Lapas Kelas IIB Nunukan selama ini? Kepala Seksi Pemibinaan Nara Pidana dan Tahanan Lapas Kelas II B Nunukan, Halif di Nunukan, Sabtu, 12 Oktober 2019 usai mengikuti upacara peringatan HUT ke-20 Kabupaten Nunukan mengatakan masih akan menelusurinya melalui pemeriksaan keterkaitan dugaan yang dimaksudkan.

Ia menjelaskan, pemeriksaan urien bagi sipir lapas setempat berdasarkan instruksi dari Direktorat Jenderal Pemsyarakatan (Dirjen PAS) yang berlangsung serentak di seluruh Indonesia dalam rangka pemberantasan peredaran narkotika dalam lingkungan lembaga pemasyarakatan.

Dari 70 pegawai negeri sipil (PNS) tanpa honorer dalam lapas itu, hanya 66 orang yang memeriksakan air kemihnya. Sisanya disebutkan tiga orang sedang menjalani cuti tahunan dan satu orang entah kemana. Tanpa disebutkan identitasnta, seorang PNS ini tidak masuk kantor pada hari pemeriksaan urine tanpa surat keterangan.

Mungkinkah rencana pemeriksaan urine di lingkungan Lapas Nunukan telah bocor? Halif sendiri tidak mengetahui alasan seorang PNS tersebut tidak masuk kantor pada hari itu. “Empat pegawai yang tidak menjalani tes urine. Satu orang tidak masuk kantor tanpa keterangan sedangkan tiga orang sedang cuti tahunan,” ujar dia.

Baca Juga:  Istri berangkat kerja, suaminya ditemukan tewas gantung diri di kamarnya

Halif membeberkan tanpa menyebutkan identitas bahwa tiga PNS yang diketahui positif mengonsumsi narkoba tersebut semuanya staf administrasi atau bukan regu jaga. Sedangkan dua orang lagi terdeteksi air kemihnya mengandung zat dari minuman keras atau miras.

“Sehubungan dengan instruksi tersebut, maka Lapas Kelas IIB Nunukan bekerja sama dengan BNNK Nunukan melakukan tes urine bagi seluruh sipir dan ditemukan tiga orang yang positif mengonsumsi narkotika. Dua lainnya dideteksi mengonsumsi minuman keras,” tambah dia.

Pemberantasan Narkotika di Lapas NUnukan
Kasi Pembinaan Napi Lapas Nunuikan, Halif

Bagi sipir yang positif mengonsumsi narkotika itu akan dilakukan pembinaan atau rehab jalan selama tiga bulan sebagai komitmen Dirjen Pemasyarakatan untuk memberantas peredaran narkoba bagi kalangan sipir lapas dan rutan seluruh Indonesia.

“Ketiganya yang positif mengandung methafitamin berjenis kelamin laki-laki. Ketiganya akan direhab jalan selama tiga bulan dan akan dilihat lagi apakah ada perubahan atau tidak,” sebut Halif.

Ia menambahkan, ketiga sipir bersangkutan akan diperiksa dengan membuat berita acara pemeriksaan (BAP) untuk penyelidikan lebih lanjut. “Ketiganya kita akan BAP untuk mengetahui sejauhmana keterlibatannya mengonsumsi narkoba. Apakah pemakai baru atau sudah lama,” beber Halif lagi.

Baca Juga:  Pengungkapan 500 gram sabu-sabu di Sidrap, pemasoknya diciduk di Kawasan Bebas Narkoba di Nunukan

Bahkan Halif berjanji akan menelusuri adanya dugaan kuat peredaran narkotika dalam Lapas Kelas IIB Nunukan selama ini dengan keterkaitan ketiga sipir ini. Sebab pihaknya juga telah melakukan tes urine terhadap nara pidana secara acak.

Kepala BNNK Nunukan, Kompol La Muati di Nunukan, Jumat membenakan pula telah melakukan tes urine bagi sipir Lapas Kelas IIB Nunukan. Pada saat tes itu ditemukan ada sipir yang positif mengonsumsi narkotika. Namun dia menolak membeberkan identitas sipir bersangkutan dengan alasan kurang etis.

“Silahkan tanyakan langsung kepada Kalapas Nunukan. Pihak Lapas sudah berjanji akan mengekspos identitas sipirnya yang positif mengonsumsi narkoba itu,” ujar La Muati. Sebelumnya, La Muati juga pernah menekankan, pihaknya komitmen melakukan upaya-upaya pemberantsan penggunaan dan peredaran narkotika di wilayah kerjanya,

Salah satunya dengan intens melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pemeriksaan urien bagi pegawai perkantoran dan lembaga lainnya. (***)

Catatan: Upaya pemberantasan dan peredaran narkotika dalam lingkungan Lapas Kelas IIB Nunukan maka diselenggarakan tes urine bagi sipir.

Baca Juga:  Polda Kaltara Serukan Hindari Politik Identitas Pada Pilkada 2020

Meskipun instruksi dari Dirjen Pemasyarakatan pelaksanaan tes urine oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nunukan, namun sangat wajar dilaksanakan di lapas seperti di Kabupaten Nunukan.

Selama ini banyak informasi berhembus bahwa dalam Lapas Nunukan diduga seringkali terjadi transaksi narkotika bagi nara pidana atau tahanan titipan kepolisian dan kejaksaan.

Peredaran narkotika dalam penjara sangat mustahil terjadi jika tidak melibatkan para sipir yang menjadi fasilitator.  Sebagaimana yang sering ditemukan dan tertangkap di lapas-lapas lainnya di Indonesia bahwa pemasok narkotika kepada napi atau tahanan adalah sipir itu sendiri.

Jadi, tidak bisa dipungkiri keterlibatan sipir terhadap peredaran narkotika sangat logis sehingga patut diapresiasi langkah Dirjen PAS dengan menginstruksikan tes urine bagi sipir.

Buktinya, tiga PNS di Lapas Kelas IIB Nunukan positif mengonsumsi narkotika. Masalah hubungannya terkait dugaan peredaran narkotika dalam lapas tersebut? Katanya masih ditelusuri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here