Tiga WNI diculik kelompok bersenjata diduga anggota polisi Filipina ditebus RM65.000

Tiga WNI di Sabah Diculik Kelompok Bersenjata Diduga Anggota Polisi Filipina
Kasus penculikan terhadap WNI di Sabah kembali terjadi. Penculikan terjadi saat ketiga WNI menangkap ikan di perairan Beluran, Malaysia, Minggu (23/4). FOTO: Doc

Sabah (BERANDATIMUR) – Tiga warga negara Indonesia (WNI) yang berprofesi sebagai nelayan di Sabah, Malaysia diduga diculik oleh aparat kepolisian Filipina dengan bersenjatakan jenis M4 atau M16 dengan dimintai tebusan sebesar RM65.000 atau Rp221 juta dengan kurs Rp3.400.

Kejadiannya pada Minggu, 24 April 2022 dimana ketiga WNI tersebut berhasil diselamatkan bersama kapal yang digunakan menangkap ikan setelah majikannya menebus permintaan penculik dan tiba kembali di Sandakan pada Rabu, 27 April 2022.

Informasi yang dihimpun dari berbagai media online di Sabah, ketiga nelayan asal Indonesia itu digiring dari Pulau Jambongan Beluran, Sandakan oleh delapan orang dari kelompok penculik bersenjatakan pistol dan senjata laras panjang ke perairan Filipina.

Ketiga nelayan asal Indonesia ini tiba-tiba didatangi oleh delapan penculik menggunakan perahu saat sedang menangkap ikan di perairan Beluran, Sabah pada Minggu 24 April 2022.

Salah seorang WNI menceritakan, pada saat itu hendak melarikan diri dengan menambah kecepatan perahunya tetapi salah seorang dari penculik itu berdiri di depannya sambil menodongkan senjata jenis pistol. Ketika berhenti, kedelapan penculik naik di kapalnya dan diketahui enam orang menggunakan pistol dan dua lainnya bersenjata laras panjang mirip M4 atau M16.

Baca Juga:  Flash - 2 TKI asal NTT tewas dibantai oleh WN Filipina di Semporna, Sabah

Dikutip dari SabahNews pada Jumat 29 April 2022, Ketua Polis Daerah Beluran, Superintendan Kasim Muda mengaku mendapatkan pengaduan dari pemilik kapal yang mempekerjakan ketiga WNI itu.

Dilaporkan keberadaan kapal dan tiga WNI tidak diketahui karena kehilangan kontak. Ternyata radio komunikasi dan alat GPS (Global Positioning System) dirusak oleh penculik saat masih berada di perairan Malaysia.

Hal ini sesuai dengan hasil penyelidikan awal yang dilakukan oleh Polis Sandakan, Sabah. Namun pemilik kapal atau majikan dari ketiga WNI mengaku dihubungi oleh penculik untuk bernegosiasi dengan meminta uang tebusan.

“Pemilik kapal kemudian dihubungi untuk berunding. Hasilnya, beliau menyetujui membayar permintaan penculik karena takut dikenakan pelanggaran undang-undang memasuki perairan Filipina,” kata Kasim Muda pada konferensi pers pada Kamis, 28 April 2022.

Uang tebusan yang diminta oleh kelompok penculik, diantar langsung oleh pemilik kapal ke perairan Filipina pada Selasa, 25 April 2022. Ketiga WNI mengaku tidak mendapatkan tindakan kekerasan selama ditahan oleh kelompok penculik dan dibebaskan bersama kapalnya setelah uang tebusan diserahkan oleh majikannya. Termasuk paspor dan telepon selulernya dikembali.

Baca Juga:  SPPBE Tarakan diharapkan atasi ketergantungan gas elpiji dari Malaysia

Berdasarkan pernyataan dari ketiga WNI itu, bahwa lima orang dari delapan penculik mengaku anggota pasukan keselamatan Filipina. “Kelompok penculik ini mengaku sedang menjalankan menjalankan patroli di perairan perbatasan (sempadan) Malaysia dengan Filipina.

Kasim menjelaskan WNI ini menceritakan, bahwa penculik sendiri mengaku lima orang dari pasukan keselamatan atau anggota Polisi Filpina dan tiga orang dari kalangan awam. “Itu pengakuan penculik kepada ketiga WNI ini,” ujar dia.

Alasan kedelapan penculik ini, sedang melaksanakan patroli di perbatasan atau sempadan Malaysia dengan Filipina. Dimana salah seorang dari penculik itu memakai jaket bertuliskan “PULIS”. Dipastikan kedelapan penculik itu warga negara Filipina diperhatikan dari gaya bicaranya yang tidak pasih berbahasa melayu.

Konsulat Jenderal RI di Kota Kinabalu, Sabah melalui Koordinator Fungsi Konselor Yusuf Suryanegara yang dihubungi Sabtu, 30 April 2022 membenarkan adanya tiga WNI yang diculik oleh kelompok tak dikenal dari Filipina dengan tebusan RM65.000.

Baca Juga:  Kapolda Kaltara Heran, Penyelundupan Sabu-sabu Terus Marak

Yusuf juga membenarkan bahwa ketiga WNI yang bekerja di perusahaan perikanan di Sandakan ini diculik saat menangkap ikan di perairan Malaysia tepatnya masih wilayah Beluran. Lalu, dibawa ke wilayah Filipina dengan berputar-putar di wilayah persembunyian.

Mengenai kebenaran penculik dari oknum anggota polisi Filipina, KJRI Kota Kimabalu menyatakan belum dapat dipastikan dan masih dalam proses investigasi.

“Memang perampok atau penculik ini ada yang memakai baju bertuliskan “PULIS” atau polisi Filipina namun demikian mungkin saja mereka adalah perampok yang memakai seragam “PULIS” hal ini masih diinvestigasi oleh pihak berwenang di Malaysia,” ujar Yusuf. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here