Barang bukti sabu-sabu milik Jumadin yang diamankan petugas SGI dari TNI di Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan.

Makassar (berandatimur.com) – Tim elang Polrestabes Makassar, Sulsel menembak residivis kasus narkoba karena berusaha melawan dan melarikan diri saat akan ditangkap.

Kejadian ini berlangsung ketika aparat kepolisian di daerah ini akan menangkap kawanan bandar dan pengedar sindikat sabu-sabu.

“Kami amankan tiga orang, yaitu pengedar dan bandarnya,” ujar Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika di Makassar, Rabu (31/10).

Sebagaimana dikutip dari detik.com dia mengatakan, bandar terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas pada kakinya, karena memukul dan menendang dada anggota kepolisian saat dilakukan pengembangan kasus ini.

Baca Juga:  Diduga rekan kerja sendiri, loyalis Iqbal Asnan di Dishub Makassar, yang eksekusi Najamuddin Sewang

Sindikat sabu-sabu yang berhasil diamankan yakni pengedar bernama Ridwan (46), dan bandar sabu tersebut bernama Alfriandi (42) bersama teman wanitanya, Asriani (36) dikediaman masing-masing di Kota Makassar.

Pengembangan yang dilakukan penggeledahan oleh tim Elang Narkoba Polrestabes Makassar tersebut, didapatkan puluhan gram sabu yang dipaketkan dan siap edar.

Barang bukti sabu-sabu yang diamankan sebanyak 10 paket seberat 50 gram, satu buah timbangan digital, ponsel, dan sachet kosong,” sebut Kompol Diari.

Berdasarkan catatan kriminal kepolisian setempat, bandar sabu yang ditembak ini adalah residivis dimana baru sebulan bebas dari Lembaga Pemasyarakatan Makassar, pada September 2018 lalu.(***)

Baca Juga:  Pembuat busur dan anak panah di Makassar ditangkap

Editor: M Rusman

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here