Timsel KPU Nunukan Dituding tak Independen. Pengurus Parpol Lolos 10 Besar

NUNUKAN (berandatimur.com) Seleksi calon anggota KPU Nunukan Kalimantan Utara telah memasuki tahapan terakhir yaitu tes uji kelayakan (fit and proper tes) oleh KPU RI.

Namun muncul pro kontra di masyarakat adanya dugaan tim seleksi (timsel) tidak independen atau melanggar aturan perundang-undangan tentang pemilu dalam penentuan nama-nama calon yang lolos 10 besar.

Ketua Timsel calon anggota KPU Nunukan, Luti Wiryani melalui sambungan telepon selulernya di Nunukan, Minggu (30/12) membantah semua tudingan masyarakat atas hasil kinerjanya berkaitan dengan seleksi calon anggota KPU Nunukan periode 2019-2024.

Ia menjelaskan, timsel telah menjalankan semua tahapan seleksi sesuai peraturan KPU maupun perundang-undangan lainnya sehingga tidak benar apabila ada tudingan tidak independen.

Mengenai adanya calon anggota KPU Nunukan yang lolos 10 besar atas nama Jemri SPd,MPd tercatat sebagai pengurus Partai Demokrat periode 2016-2021 bukan tanahnya lagi untuk menanggapinya.

Kemudian, timsel telah bekerja dengan baik dan teliti mulai dari verifikasi berkas calon hingga pelaksanaan tes lainnya.

Lampiran SK Partai Demokrat Nunukan periode 2016-2021.

Soal Jemri, kata dia, tidak ada kaitannya dengan unsur lainnya sebagaimana postingan atau komentar warga di media sosial bahwa satu almamater sebagai dosen di Poltek Nunukan.

Baca Juga:  Melaporkan "Money Politic" di Pilkada, Bawaslu Nunukan Janjikan Hadiah

Begitu pula tidak ada kaitannya dengan posisi suaminya sebagai anggota DPRD dan pengurus Partai Demokrat, tutur dia.

Kembali kepada tudingan bahwa timsel yang dipimpinnya tidak independen dikaitkan dengan keberadaan suaminya dan almamaternya, Luti Wiryani menegaskan, seluruh tahapan telah dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku dan tahapan ruang publik bagi masyarakat untuk menanggapi calon anggota KPU Nunukan telah dilalukan.

Namun selama ruang publik tersebut dibuka tidak ada tanggapan masyarakat tentang Jemri tercatat sebagai pengurus partai politik.

“Kenapa baru sekarang dipermasalahkan soal itu. Padahal timsel pernah buka ruang untuk tanggapan masyarakat terhadap calon tapi tidak ada yang masukkan,” beber Luti Wiryani.

Lampiran SK Partai Demokrat Nunukan periode 2016-2021

Menurut dia, status Jemri sebagai pengurus Partai Demokrat tidak diketahuinya sehingga tidak mungkin menghambat calon bersangkutan untuk melanjutkan seleksi.

Bahkan kisruh nama-nama 10 besar terkait ada pengurus parpol telah menanyakan kepada suaminya yang juga pengurus Partai Demokrat.

“Saya malah pernah tanya suami saya apakah memang Jemri masuk pengurus Partai Demokrat. Suami saya bilang tidak tahu karena belum pernah pegang atau lihat itu SK,” ujar perempuan yang tercatat dosen di Polres Nunukan ini.

Baca Juga:  Ada sinyal bakal tak maju di Pilpres 2024, Prabowo: Capres tak harus saya

Jika benar Jemri tercatat pengurus Partai maka bukan ranahnya lagi timsel untuk menanggapinya karena nama-nama 10 besar telah disetor ke KPU RI.

“Saya bekerja sesuai kewenangan timsel saja menurut peraturan KPU,” kata Luti Wiryani.

Mengenai pertanyaan kepada salah satu peserta seleksi yang dianggap tendensius soal kinerja Bupati Nunukan sekarang dan jalanan yang rusak. Luti Wiryani mengaku tidak ingat lagi soal pertanyaan yang diajukan kepada peserta bersangkutan.

Pada hari yang sama, Jemri yang lolos 10 besar calon anggota KPU Nunukan dikonfirmasi melalui sambungan telepon selulernya mengatakan, tidak pernah menjadi pengurus Partai Demokrat Nunukan.

Lampiran SK Partai Demokrat periode 2016-2021

Kalaupun ada namanya yang tercantum dalam kepengurusan berdasarkan SK yang ditandatangani Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Umum Partai Demokrat, dia tegaskan, tidak tahu menahu.

Alasannya, Partai Demokrat Nunukan tidak pernah mengkonfirmasi kepadanya bahwa dirinya dimasukkan dalam kepengurusan periode 2016-2021.

Jadi, kata Jemri, polemik di media sosial dirinya lolos 10 besar sebagai calon anggota KPU Nunukan tidak perlu ditanggapinya karena kewenangan timsel.

Ketika ditanya apakah saat mengikuti seleksi wawancara, timsel mempertanyakan keberadaan dirinya sebagai pengurus parpol. Ia katakan tidak pernah karena memang tidak ada tanggapan dari masyarakat soal itu.

Baca Juga:  Dua parpol sekutu Jokowi, diterpa isu kudeta jelang pemilu 2024

Jemri juga mengaku telah mempersiapkan berkas sebagai bukti berupa surat pernyataan tidak menjadi pengurus Partai Demokrat apabila dipertanyakan pada saat ini uji kelayakan oleh KPU RI nanti.

“Saya sudah ada surat pernyataan bahwa saya tidak menjadi pengurus partai politik. Karena memang saya tidak pernah di kasi tau kalau dimasukkan sebagai pengurus di Partai Demokrat Nunukan,” terang Jemri yang mengaku juga dosen di Poltek Nunukan ini.

Bahkan dia ungkapkan, saat mendaftar sebagai calon anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Krayan Selatan di KPU Nunukan juga pernah dipertanyakan soal kepengurusan di Partai Demokrat.

Tetapi berdasarkan surat pernyataan tidak pernah menjadi pengurus parpol sehingga tetap diloloskan oleh KPU Nunukan menjadi anggota PPK Krayan Selatan. (***)

Editor: M Rusman

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here