TKI Deportasi “Ditelantarkan” di Pelabuhan Tunon Taka, Ini Penjelasan Imigrasi Nunukan

Pemulangan TKI dari Sabah, Malaysia
TKI deportasi saat pemeriksaan dokumen di loket TPI Pelabuhan Nunukan, Jumat (23/4),

Nunukan (BERANDATIMUR) – Sebanyak 254 tenaga kerja Indonesia (TKI) atau pekerja migran Indonesia (PMI) yang diusir dari Sabah, Malaysia tiba di Pelabuhan Tunon Taka, Kabupaten Nunukan, Kaltara sekira pukul 12.30 Wita.

Namun belum dilayani sebagaimana pemulangan TKI sebelumnya saat keluar dari kapal yang mengantarnya dari Pelabuhan Tawau, Sabah langsung dijemput oleh petugas dari berbagai instansi terkait.

Kali ini, terkesan ditelantarkan oleg petugas di Pelabuhan Tunon Taka hanya duduk di dermaga pelabuhan sampai satu jam dan baru ada pelayanan di loket Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pelabuhan Tunon Taka.

“Lebih dari satu jam kami menunggu di dermaga pelabuhan sambil duduk di lantai. Karena tidak pelayanan di loket imigrasi,” ujar seorang TKI deportasi yang dirahasiakan identitasnya, Jumat, 23 April 2021.

Baca Juga:  Eks TKI di Malaysia, ditemukan gangguan jiwa di Seimenggaris

TKI ini mengaku sangat kesal akibat dari lambatnya pelayanan di loket Imigrasi apalagi bulan suci Ramadan 1442 Hijriyah. Pun kalau ada petugas baik dari kepolisian maupun BP2MI hanya mondar mandir saja karena loket imigrasi yang belum dibuka.

Sekaitan dengan adanya kesan penelantaran TKI deportasi di pelabuhan, Kepala Sub Seksi Lalinkim Kantor Imigrasi Kelas IIB Nunukan, Zulfan Andrian Pratama mengakui hal itu disebabkan petugas sedang menjalankan ibadah sholat Jumat terlebih dahulu.

Zulfan mengutarakan informasi yang diperoleh dari Kantor Perwakilan Indonesia di Sabah bahwa TKI deportasi akan tiba di Pelabuhan Tunon Taka setelah sholat Jumat.

Baca Juga:  Ribuan lembar karpet selundupan tiba besok di Parepare via KM Thalia

Namun kenyataannya, TKI deportasi ini tiba lebih awal dari informasi yang diperoleh sebelumnya. Oleh karena itu, petugas Imigrasi yang biasa melayani di loket menjalankan sholat Jumat dulu.

Tetapi, lanjut dia, petugas Imigrasi yang akan melayani TKI deportasi ini telah menunggu di terminal pelabuhan sejak pagi hari. “Jadi tidak betul kalau dikatakan pelayanan di loket imigrasi pelabuhan itu lambat. CUma memang karena rekan-rekan sedang sholat Jumat dulu,” terang Zulfan.

Kemudian Kepala Unit TPI Pelabuhan Tunon Taka, Karel Joni Basoke mengakui loket pelayanan dibuka setelah sholat Jumat. Tetapi tidak kesengajaan memperlambat pelayanan.

Baca Juga:  Penyelundupan ikan dari Malaysia ke Nunukan terus berlangsung, siapa cukongnya?

Ia juga mengkhawatirkan pelayanan TKI deportasi di loket imigrasi tanpa melalui pemeriksaan kesehatan atau dokumen bebas COVID-19 oleh petugas kesehatan.

Pantauan di Pelabuhan Tunon Taka, petugas kesehatan pindah tempat di belakang terminal pelabuhan dari sebelumnya di depan pintu masuk loket imigrasi. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here