TKI di Sabah Terharu Sekolah Anaknya Dikunjungi Mendikbud

TAWAU (berandatimur.com) – Tenaga kerja Indonesia (TKI) di Tawau Negeri Sabah Malaysia terharu karena senang sekolah anaknya dikunjungi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Efendy, Kamis (25/1).

Kunjungan ini tidak terlepas harapan pemerintah untuk memastikan pemenuhan hak bagi anak TKI di negara itu mendapatkan pendidikan yang layak.

Pada saat itu ke CLC Tunas Perwira, Muhajir Effendy berjanji akan merehabilitasi bangunan sekolah anak TKI atau lebih dikenal community learning center (CLC) melalui iuran orangtua murid.

“Saya senang bisa berkunjung ke sini, (CLC Tunas Perwira), akan tetapi ada yang perlu diperbaiki terutama sarana yang tak memadai itu, saya minta dibenahi. Saya minta dibangun sekolah baru satu atap dari TK, SD sampai SMP,” ujar anggota Kabinet Kerja dari kader muhammadiyah ini.

Baca Juga:  500 Anak TKI di Sabah Dapatkan Beasiswa Pendidikan

Pada hari yang sama Mendikbud mengunjungi CLC Ladang Giram. Di sekolah anak TKI ini kondisi gedung belajar dan sarana prasarananya lebih memadai karena pernah mendapatkan bantuan langsung dari Kemendikbud RI.

Mendikbud RI, Muhadjir Effendy berbincang dengan anak TKI pada salah sekolah anak TKI di Tawau Malaysia, Kamis (25/1).

Muhajir Effendy berkata, permasalahan yang dialami anak TKI dalam hal pemenuhan hak pendidikan dan pengembangannya akan disampaikan kepada Presiden Jokowi.

Kunjungan Mendikbud tersebut disambut haru oleh Kepala CLC Tunas Perwira Tawau, Thomas dengan mengatakan, bagaikan tersambar petir di siang bolong atas kedatangan Mendikbud tersebut ke sekolah yang digagasnya itu.

“Hari ini Tuhan telah dengar doa kita dengan kedatangan Pak Menteri akhirnya hari ini bisa memberikan semangat dan memberikan dukungan kepada CLC kita,” katanya.

Baca Juga:  Kondisi Politik Bergolak, Sabah Gelar Pemilu Parlemen Lebih Awal

Ia berharap kunjungan Mendikbud di sekolahnya dapat memberikan motivasi bagi anak didiknya tentang pentingnya pendidikan dan memahami sejarah tanah tumpah darah Indonesia.

Thomas akui, banyak anak TKI yang belum pernah menginjakkan di negara kedua orangtuanya. Keinginannya kelak anak TKI ini pulang membangun negaranya sendiri.

“Kami sepakat anak yang kerja di Sabah, anak Indonesia harus kembali ke negara asal dan mengenal arti Indonesia,” tutur Thomas. (***)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here