TKI Mengeluh “Ditelantarkan” di Nunukan

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) –  Sudah sering terdengar calon tenaga kerja Indonesia (CTKI) menjadi korban baik eksploitasi, human trafficking maupun “ditelantarkan” oleh pihak terkait. Seperti yang dialami puluhan CTKI di PT Muhdi yang memiliki penampungan di Jalan Cik Ditiro Kelurahan Nunukan Timur tak jauh dari Bandara Nunukan.

Puluhan CTKI yang telah pernah bekerja di Negeri Sabah Malaysia berada di perusahaan jasa TKI (PJTKI) tersebut berada dalam penampungan hingga berbulan-bulan. Belum juga mendapatkan kepastian diberangkatkan bekerja kembali di negeri jiran.

Akibat dokumen yang dibutuhkan belum kelar sementara biaya hidup yang disiapkan semakin menipis. “Puluhan kawan-kawan di penampungan PJTKI PT Muhdi yang sudah tiga bulan dipenampungan,” cerita Longginus asal Flores NTT ini pada sebuah warung makan di depan Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan, Senin, 22 Juli 2019.

Baca Juga:  Ribuan lembar karpet selundupan tiba besok di Parepare via KM Thalia

Lambannya pengurusan dokumen pada PJTKI di Kabupaten Nunukan seringkali menjadi keluhan para CTKI sehingga kapok memiliki paspor kerja melalui daerah itu.

Alasan mereka sangat dirugikan karena terlalu banyak waktu yang terbuang sementara sanak keluarganya butuh biaya hidup yang ditinggalkan di Negeri Sabah.

Longginus menuturkan, dirinya sendiri baru sepekan lebih “menginap” di penampungan PJTKI PT Muhdi namun terasa setahun. Meskipun perekaman paspor dan identitas kependudukannya telah rampung pada Layanan Terpadu Sistim Satu Atap di BP3TKI Nunukan telah rampung.

Ia menceritakan, informasi yang diperoleh dari PT Muhdi mereka belum juga diberangkatkan disebabkan levi dari perusahaan tempatnya bekerja belum diterbitkan.

Baca Juga:  Jurusan Pertanian SMKN 1 Nunukan masih minim lahan praktek

Levi inilah yang seringkali menjadi alasan bagi PJTKI di Kabupaten Nunukan sehingga harus “menelantarkan” CTKI hingga berbulan-bulan.

Sementara kata Longginus lagi, informasi dari majikannya telah membayar kepada agency yang menjadi mitra kerjanya di Malaysia.

Saling tunjuk ini pun menjadi tanda tanya kebenarannya yang menyebabkan CTKI “mendekam” dalam penampungan PJTKI.

Longginus mengaku, dirinya ke Kabupaten Nunukan hanya ingin memperpanjang paspor yang telah dimiliki sebelumnya untuk bekerja pada salah satu perusahaan kelapa sawit di Lahad Datu Negeri Sabah selama ini.

Katanya levi belum diterbitkan Pemerintah Malaysia jadinya banyak kawan sudah tiga bulan belum juga diberangkatkan (ke Malaysia),” ujar dia.

Pria ini berharap PJTKI tempatnya mengurus dokumen ini secepatnya berkoordinasi dan memberangkatkannya bekerja ke Negeri Sabah agar tidak banyak dirugikan. (***)

Baca Juga:  Seks Bebas Anak di Nunukan Gegara Gaya Hidup? Ini Tanggapan Perlindungan Anak DP3AP2KB

Editor: M Rusman

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here