Triwulan I-2021: Ekonomi Indonesia turun 0,74 persen (y-on-y), Papua-Maluku naik 8,97 Persen

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan I-2021
Grafik perekonomian Indonesia triwulan I-2021

Jakarta (BERANDATIMUR) – Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat merilis besaran produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku triwulan I-2021 perekonomian Indonesia mencapai Rp3.969,1 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp2 683,1 triliun.

Kepala BPS Pusat Suhariyanto menerangkan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2021 terhadap triwulan I-2020 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,74 persen (y-on-y). Pada sisi produksi, lapangan usaha transportasi dan pergudangan yang mengalami kontraksi pertumbuhan terdalam sebesar 13,12 persen.

Sementara dari sisi pengeluaran, pengeluaran komponen lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (PK-LNPRT) menjadi komponen dengan kontraksi terdalam sebesar 4,53 persen.

Dikutip dari laman resmi BPS Pusat disebutkan, perekonomi Indonesia pada triwulan I-2021 terhadap triwulan sebelumnya juga mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,96 persen (q-to-q). Pada sisi produksi yang mengalami kontraksi pertumbuhan terdalam terjadi pada lapangan usaha jasa pendidikan yaitu 13,04 persen.

Sedangkan dari sisi pengeluaran, komponen pengeluaran konsumsi pemerintah (PK-P) yang mengalami kontraksi pertumbuhan terdalam sebesar 43,35 persen.

Struktur ekonomi Indonesia secara spasial pada triwulan I-2021 didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa sebesar 58,70 persen, dengan kinerja ekonomi yang mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,83 persen (y-on-y).

Kelompok provinsi di Pulau Maluku dan Papua mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 8,97 persen (y-on-y) dengan peranan sebesar 2,44 persen. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here