Upah tak Sepadan, TKI Asal Bima Melarikan Diri. Musfir: Tiga Hari Jalan Kaki

Nunukan (berandatimur.com) – Dua tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Bima, NTB yang melarikan diri dari majikan tempat kerjanya di Negeri Sabah, Malaysia tiba dengan selamat di Kabupaten Nunukan, Kaltara.

Penuturan Musfir bin Ibrahim (24) salah seorang TKI asal Bima yang melarikan diri dari majikannya bahwa dalam pelariannya selama tiga hari berjalan kaki hingga akhirnya kesasar di Tawau Negeri Sabah.

Akibat kesasar di Tawau akhirnya ditemukan warga setempat sehingga dilaporkan ke Konsulat RI Tawau.

Keduanya melarikan diri tanpa memiliki uang namun sempat membawa beberapa lembar pakaian yang dibungkus kantongan plastik.

Musfir bersama seorang rekannya bernama Ajwin (29), tiba di Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan dikawal staf KRI Tawau menggunakan kapal MV Mid East Ekspres dari Pelabuhan Tawau.

Baca Juga:  Omong Kosong PJTKI, Gratiskan Biaya Bagi TKI

Saat baru turun dari kapal, dia menceritakan ihwal pelariannya dari tempat kerjanya yang kedua yakni Ladang Ikatan Kayangan karena upah yang dijanjikan sebelumnya tidak sesuai dengan kenyataan yang diterima setiap bulannya.

Pertama kali tiba di Negeri Sabah, dia bersama puluhan rekannya dari NTB dipekerjakan di perkebunan kelapa sawit di Tanah Mas Telupid. Namun pindah dengan alasan upah yang sangat kecil tifak sesuai dijanjikan PJTKI (Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia) yang merekrutnya.

Musfir didampingi Ajwin mengatakan, PJTKI yang merekrutnya berkantor di Kabupaten Bima dan diberangkatkan ke negeri jiran melalui Kabupaten Nunukan tiga tahun silam.

“Saya baru lolos lari setelah tiga tahun kerja menyabit buah sawit dengan upah hanya cukup buat makan sendiri,” ujar Musfir.

Baca Juga:  Ini Identitas TKI Korban Penculikan di Sabah

Padahal, PJTKI yang merekrutnya menjanjikan upah besar. Sehubungan tidak tahan lagi, akhirnya memutuskan lari dari majikannya hingga melaporkan diri di KRI Tawau untuk dipulangkan ke kampung halamannya.

Keberadaan keduanya bersama puluhan rekannya yang lain asal NTB yang tidak diketahui tempat kerjanya sekarang ini menggunakan paspor kerja lengkap dengan kontrak.

Fotocopi paspor kedua TKI asal Bima, NTB yang melarikan diri dari majikannya

Sesuai data yang diperoleh dari Imigrasi Nunukan, Ajwin (29) dengan nomor paspor XC529906 dan Musfir bin Ibrahim (24) nomor paspor XC519904. Keduanya berasal dari Desa Nggelu Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, NTB.

Musfir mengutarakan, upah yang diterima setiap bulan selama bekerja di Negeri sabah hanya sebesar 300 ringgit Malaysia atau Rp1,5 juta dengan kurs Rp3.500 saat ini.

Kepala Unit Tempat Pemeriksaan Imigrasi Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan, Nasution, Kamis mengatakan, kedua TKI asal NTB ini dipulangkan khusus oleh KRI Tawau dengan nomor surat 877/Kons/IX/2018 tertanggal 13 September 2018 yang ditandatangani Iskandar Abdullah, Koordinator Perlindungan WNI KRI Tawau.

Baca Juga:  Wisata Mangrove Diharapkan Mampu Gerakkan Ekonomi Nunukan

Nasution yang ikut menjemput kedua TKI ini di dermaga Pelabuhan Tunon Taka bersama petugas dari kepolisian, TNI dan BP3TKI setempat.

Kedua TKI ini tiba di Kabupaten Nunukan menggunakan MV Mids East Ekspres dari Pelabuhan Tawau.(***)

Editor: M Rusman

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here