Usai Bunuh Dua Anak Kandungnya, Pelaku Sembunyi di Pohon

Kasus pembunuhan di Adonara
Kapolres Flotim, AKBP I Gusti Putu Suka Arsa

Adonara (BERANDATIMUR.COM) – Seorang ayah di Desa Balaweling Noten Kecamatan Witihama Kabupaten Flores Timur, NTT tega membunuh dua anak kandungnya yang masih balita (usia 2 dan 3 tahun) dengan cara menikam pakai gunting pada Selasa sore, 4 Agustus 2020.

Usai menikam kedua anaknya, ayah bernama Andreas Pati Jumat ini sembunyi di atas pohon kelapa untuk menghindari kejaran aparat kepolisian setempat.

Kapolres Flores Timur, AKBP I Gusti Putu Suka Arsa yang dihubungi Selasa malam, 4 Agustus 2020 membenarkan peristiwa pembunuhan tersebut.

“Benar ada korban dua orang, pelakunya satu orang yang merupakan ayah kandung korban,” beber dia.

Baca Juga:  Bank NTT Cabang Lembata salurkan CSR untuk pengembangan pariwisata Desa Hadakewa

Baca juga:

Arsa mengungkapkan, kejadiannya sekira pukul 17.30 WIT setelah mendapatkan laporan aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian, mengamankan dan melakukan olah TKP.

Mengenai kronologis dan motif kasus pembunuhan terhadap dua anak kandungnya sendiri ini masih dalam tahap penyelidikan.

Ayah bunuh anak kandungnya
Salah seorang anak jadi korban pembunuhan ayah kandungnya di Adonara, Flotim, Selasa sore (4/8)

Aparat kepolisian mengetahui, pelaku sembunyi di atas pohon kelapa. “Anggota polisi dan masyarakat masih berusaha memgamankan pelaku yang berada di atas pohon dengan membawa parang,” ujar Kapolres. Flotim.

Baca Juga:  Serangan Tikus Ancam Puso, Dinas Pertanian Flotim Simulasikan Pencegahan Dini

Ia mengimbau kepada masyarakat setempat agar menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian.

Data yang diperoleh, kedua anak yang tewas meregang nyawanya atas penikaman ayah kandungnya sendiri bernama Agustinus Junardi Boro usia dua tahun dan Jai Boli Ola (3 tahun).

Salah seorang saksi bernama Ose Doni (ibu kandung pelaku) mengaku melihat langsung tindakan keji terhadap kedua cucunya yang masih balita tersebut dengan cara menikam korban dengan gunting rambut. Tikaman diarahkan ke leher kedua anaknya sehingga tidak dapat menyelamatkan nyawanya.

Ose Doni menuturkan, cucunya bernama Jani Boli Ola sempat hendak diselamatnya namun usaha tersebut sia-sia.

Baca Juga:  Berkas pemeriksaan penganiaya siswa SMAN Lewolema segera dilimpahkan ke Jaksa

Penulis: Fan L
Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here