Usulkan Anies Baswedan jadi bakal capres 2024, survei Nasdem merosot 

Jakarta Pada rakernas Partai Nasdem mengumumkan tiga kandidat calon presiden (capres) pada pemilu 2024 yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Panglima TNI Andika Prakasa dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Namun hasil Survei Polmatrix Indonesia yang dilaksanakan pada 16-21 Juni 2022,  menyebutkan terjadi penurunan elektabilitas Partai Nasdem hingga di bawah ambang batas parlemen 4 persen.
Dari 5,1 persen pada 11-20 Maret 2022 menjadi 3,8 persen akibat dari mengusulkan Anies Baswedan menjadi kandidat Capres 2024.
“Setelah mengusung Anies sebagai salah satu capres (calon presiden), elektabilitas Nasdem merosot hingga di bawah ambang batas parlemen,” ucap Direktur Eksekutif Polmatrix Indonesia Dendik Rulianto dalam keterangan pers di Jakarta, pada Minggu, 26 Juni 2022.Dendik menjelaskan, pilihan Nasdem sebetulnya sangat rasional mengingat figur Gubernur Jakarta Anies Baswedan menjadi alternatif bagi sebagian publik Indonesia.Awalnya, arah dukungan NasDem kepada Anies memang memberi insentif elektoral, seperti yang tergambar pada tingginya elektabilitas sejak Desember 2021.
Baca Juga:  Pemerintah Bubarkan FPI, Polisi-TNI Langsung Geruduk Markasnya di Petamburan

Namun, ketika dukungan resmi diberikan oleh Partai Nasdem, elektabilitas partai ini justru mengalami penurunan drastis.

Ketua Umum Nasdem Surya Paloh pernah mengusulkan duet Anies-Ganjar untuk mengakhiri polarisasi di tengah masyarakat. Tetapi, hal itu sangat bergantung pada koalisi yang terbangun dengan partai-partai lain, terlebih Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo masih terikat sebagai kader PDI Perjuangan.

Posisi unggul elektabilitas partai politik masih ditempati oleh PDI Perjuangan dengan elektabilitas 17,8 persen, disusul Gerindra sebesar 12,4 persen.

Selanjutnya PKB (8,8 persen), Demokrat (8,5 persen), Golkar (7,3 persen), PSI (5,4 persen), dan PKS (5,1 persen). Oleh karena itu berdasarkan hasil survei Polmatrix Indonesia, hanya tujuh partai politik yang elektabilitasnya berada di atas ambang batas 4 persen.

Baca Juga:  Survei Litbang Kompas: Elektabilitas Ganjar mengalami kenaikan, Prabowo dan Anies malah turun

“NasDem masih harus membuktikan apakah pencapresan Anies tidak mengancam semangat restorasi yang diusung,” ucap Dendik.

Sejauh ini, partai-partai yang lain belum secara resmi mengajukan nama capres, termasuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

“Selain Golkar, dua anggota KIB masih di bawah ambang batas, yaitu PPP (2,6 persen) dan PAN (1,6 persen),” sebut Dendik.

Prediksi terhadap munculnya poros koalisi berangkat dari suara yang diraih pada Pemilu 2019 maupun peta dukungan saat ini. Di luar partai-partai tersebut, tersisa partai-partai kecil maupun yang baru dibentuk untuk mengikuti Pemilu 2024.

Elektabilitas tertinggi masih di kisaran 1 persen, yaitu Partai Ummat (1,4 persen), Gelora (1,2 persen), dan Perindo (1,0 persen). Lainnya adalah Hanura (0,6 persen), PBB (0,3 persen), PKPI (0,1 persen), dan Berkarya (0,1 persen).

Baca Juga:  MPR dan DPD RI puji tindakan Pemerintah menangani COVID19.

Garuda dan Masyumi Reborn nihil dukungan, sedangkan partai-partai lainnya hanya mendapat dukungan 0,9 persen. Di sisi lain, masih terdapat 21,3 persen yang menyatakan tidak tahu/tidak jawab.

Polmatrix Indonesia melakukan survei terhadap 2.000 responden mewakili 34 provinsi. Metode survei adalah multistage random sampling (acak bertingkat) dengan margin of error survei sebesar 2,2 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen. (***)

Sumber: Antara
Editor: M Rusman

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here