Waket III STAIN Majene Ikut FGD PTKIN Se Indonesia

Majene (BERANDATIMUR.COM) РWakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene Sulawesi Barat, Anwar Sadat mengikuti forum grup disscution (FGD) se Indonesia selama tiga hari di Grand Atika Hotel, Parit Tanjung Pandan Kabupaten Belitung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (28/4).

Pada acara itu, Rektor IAIN Syek Abdul Rahman Siddiq, Zayadi menyampaikan rasa terima kasih kepada Kemenag RI dan peserta atas kepercayaan dijadikannya Bangka Belitung (Babel) menjadi tuan rumah pelaksanaan Focus Group Dissussion (FGD).

Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan program tahunan yang digelar forum koordinasi Warek/Waket Bidang Kemahasiswaan PTKIN se Indonesia.

Zayadi dalam FGD tersebut memperkenalkan Pejabat IAIN Syek Abdul Rahman Siddiq Babel serta menjelaskan sejarah dan budaya Babel dimana tempat lahirnya kisah fenomenal dan inspiratif “Laskar Pelangi” juga tempatnya lahir tokoh nasional seperti Yusril Izha Mahendra dan Antasari Azhar.

Baca Juga:  STAIN Majene "Kebanjiran" Anggaran Pusat
Rektor IAIN Syek Abdul Rahman Siddiq Babel Dr Zayadi, M.Ag (kiri) dan Waket III STAIN Majene Dr. Anwar Sadat, M.Ag (kanan)

“Dalam FGD ini mengajak para peserta forum untuk mendesain ulang program pengembangan kemahasiswaan dalam lingkup PTKIN yang belum maksimal serta sinergi membahas realisasi program kemahasiswaan 2019,” ujar Zayadi.

Beliau mengakui dikalangan mahasiswa belum seragam pemahaman sehingga sering kali terjadi konflik antar organisasi kemahasiswaan.

Konflik yang terjadi disebabkan oleh berebut “mainan” sehingga mereka mulai mencari perhatian dengan cara-cara praktis dan tidak etis yaitu demo.

Sedangkan Kasubdit Sapras dan Kemahasiswaan Kemenag RI, Sapriansyah mengungkapkan, ada enam Perguruan Tinggi di lingkup Kemenag yang akan melakukan pergantian pimpinan dan menyusul 18 PTKIN lainnya.

Supriansyah menambahkan apapun yang kita perbuat serta inovasi apapun, target untuk empat tahun ke depan perlu memaksimalkan pembinaan kemahasiswaan.

Baca Juga:  Ketahuan Gagahi Anak Kandung, Basri Gantung Diri

Sebab, bidang kemahasiswaan memang sangat berat karena stake holder belum maksimal memberikan hak kos mahasiswa, tegas Sapriansyah.

“Ada kesadaran baru hendak dibangun, khususnya pengembangan budaya akademik dan kemahasiswaan (PBAK) supaya mahasiswa tahu bagaimana budaya kampus dan apa yang harus mereka lakukan sebagai mahasiswa,” terang dia.

Meskipun mahasiswa punya tujuan yang jelas dalam akademik dan non akademik, tetap mengagendakan moderasi beragama.

Peserta FGD PTKIN Se Indonesia di Bangka Belitung.

Sapriansyah mengingatkan khususnya forum tahun 2020 baik regional maupun nasional hendaknya lebih cepat diatur supaya dana anggaran dimasukkan di dalam DIPA.

Untuk Kemenag RI akan memusatkan anggaran infrastruktur dan tata kelola menyongsong tahun 2020 masuk fase pengembangan kualitas SDM, terang Sapriansyah.

Selaku peserta FGD, Waket Bidang Kemahasiswaan STAIN Majene Anwar Sadat, menyampaikan bidang kemahasiswaan ke depan akan banyak bersentuhan dengan program-program pengembangan “life skill” yang berbasis kemasyarakatan termasuk di dalamnya ada mewujudkan moderasi agama.

Baca Juga:  STAIN Majene Ikut Rakor PTKIN Di Malang

“Memasuki kampus PTKIN, kiranya perlu disadari bahwa perguruan tinggi itu bukan hanya mengajarkan ilmu dan melaksanakan Tri Dharma, namun juga mengemban misi dakwah Islam,” ujar dia.

“Setiap civitas academika, dosen dan mahasiswa serta seluruh keluarga PTKIN hendak dapat menjadi cermin dan teladan di masyarakat dan di manapun, dalam hal agama, ahlak maupun sopan santun,” tegas Anwar Sadar. (*)

Reporter : Almadar Fattah
Editor : M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here