Kasatpol PP Pemkab Nunukan, Abdul Kadir

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Sisa tiga hari lagi telah memasuki bulan suci ramadan 1440 Hijriyah. Tempat hiburan malam (THM) dan rumah makan bakal ditutup atau dilarang beraktivitas selama sebulan.

Pemerintah Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara melalui Satuan Polisi Pamong Praja telah berkomitmen melakukan langkah tegas dengan me-warning THM dan rumah makan serta warung kopi dengan menempelkan peringatan tersebut yang ditandatangani Bupati Nunukan, Asmin Laura Hafid.

Sebagaimana yang disampaikan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Pemkab Nunukan, Abdul Kadir disela-sela menghadiri rapat pleno terbuka rekapitulasi perolehan suara pemilu 2019 di Hotel Lenfin, Kamis (2/5).

Ia menegaskan, pihaknya telah mengajukan surat kepada Bupati Nunukan yang akan ditempel pada semua THM di wilayah kerjanya.

Baca Juga:  Pengusaha Lintas Batas Desak Pemkab Nunukan Sediakan Pelabuhan Bongkar Muat

“Itu sudah pasti semua THM dan warung makan akan ditutup selama bulan puasa. Saya sudah ajukan surat kepada Ibu Bupati (Nunukan) untuk ditandatangani,” ujar dia.

Abdul Kadir mengatakan surat larangan THM, rumah makan dan warung kopi beraktivitas pada siang demi menghargai umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Jika THM diingatkan tidak ada aktivitas selama bulan suci Ramadan 1440 H namun rumah makan atau warung kopi masih diberikan toleransi untuk jual beli dengan alasan memghargai masyarakat di luar umat muslim.

“Kalau rumah makan atau warung bisa buka pada siang hari karena tidak semua orang berpuasa terutama agama lain (luar Islam,” terang Kasatpol PP Nunukan ini.

Baca Juga:  Laura Datangi Kemenhub, Minta Pelabuhan Feri Sei Jepun Dikelola Pusat

Hanya saja, meskipun diberikan toleransi tetapi tidak dibenarkan membuka terlalu vulgar seperti hari-hari sebelum bulan puasa.

Hal itu bertujuan menghargai umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.

“Kalu THM harus tutup selama bulan puasa. Kalau rumah makan paling diingatkan agar tidak beraktivitas secara terbuka karena harus juga menghargai agama selain muslim yang mau makan dan minum,” kata Abdul Kadir.

Ia juga berjanji akan melakukan patroli rutin selama bulan suci ramadan mengantisipasi adanya THM yang beraktivitas. Begitu pula Satpol PP akan menjaga dan mengawasi setiap masjid pada saat sholat tarwih.

Baca Juga:  PWI Kaltara Imbau Wartawan Hindari Kerumunan dan Jaga Diri Saat Meliput COVID-19

Tujuan pengawasan masjid agar tidak ada pihak-pihak tak bertangungjawab mengganggu jalannya ibadah yang dilakukan bagi umat Islam selama bulan puasa tersebut.

Abdul Kadir yang ditemui saat rapat pleno terbuka rekapitulasi perolehan suara pemilu 2019 menambahkan, Pemkab Nunukan berkomitmen menjaga kondusifitas masyarakat yang menjalankan ibadah puasa dan sholat tarwih nantinya. (***)

Editor : M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here