Waspadai Ormas Khilafatul Muslimin di Nunukan, Kesbangpol imbau masyarakat lebih selektif

Waspadai Ormas Khalifatul Muslimin di Nunukan
Kepala Kantor Kesbangpol Nunukan H Abdul Karim

Nunukan (BERANDATIMUR) – Keberadaan organisasi masyarakat (ormas) Khilafatul Muslimin mulai terpantau pada sejumlah daerah di Indonesia tak terkecuali di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Ormas ini terpantau di Kota Tarakan dan baru ketahuan setelah marak dilakukan penggeledahan di berbagai daerah di Indonesia. Meskipun keberadaannya di daerah ini sejak beberapa tahun silam.

Tidak menutup kemungkinan juga ada di Kabupaten Nunukan sehingga patut diwaspadai, karena ormas pimpinan Abdul Qadir Baraja ini memiliki paham anti Pancasila dan berniat menyebarkan paham khilafah.

Untuk memastikan keberadaan ormas Khilafatul Muslimin ini, awak media ini berusaha mengonfirmasi di Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Nunukan.

Namun, diakui, ormas ini tidak ada dalam data base Kantor Kesbangpol Kabupaten Nunukan sehingga kemungkinan eksistensinya tidak ada di daerah itu.

Baca Juga:  Bupati Nunukan dukung program Kemendagri bagi 10 juta bendera merah putih

Kepala Kesbangpol Nunukan H Abdul Karim di ruangan kerjanya, Senin, 13 Juni 2022 mengatakan sepengetahuannya Khilafatul Muslimin tidak ada dalam daftar ormas di daerahnya.

Ia mengatakan, informasi dari bidang poldagri yang menangani masalah pendataan ormas dan partai politik, Khilafatul Muslimin tidak ada dalam data base.

Walaupun demikian, ormas Khilafatul Muslimin belum dapat dipastikan ada atau tidaknya di Kabupaten Nunukan. Sebab bukan ranah Kesbangpol untuk memantau kegiatan atau pergerakan kelompok masyarakat atau individu.

“Kami dari Kesbangpol hanya bertindak selaku pembina ormas semata. Masalah pergerakannya di masyarakat bukan ranah kami,” ucap Abdul Karim.

“Mengenai keberadaannya kami belum bisa memastikan apakah ada atau tidak ada (di Nunukan). Tapi pastinya ormas (Khilafatul Muslimin) ini tidak ada dalam daftar data base bidang poldagri (Kesbangpol),” tambah dia kepada awak media ini.

Baca Juga:  Upacara Dimulainya Sosialisasi Penegakan Disiplin Menuju New Normal

Abdul Karim mengulangi Kesbangpol hanya bertindak selaku pembina ormas sesuai legalitas yang dimiliki sedangkan masalah aktivitas di masyarakat bukan ranahnya.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Kesbangpol Nunukan per Juni 2022, terdapat 33 ormas yang terdaftar. Sedangkan ormas Khilafatul Muslimin tidak ditemukan dalam data tersebut.

Pada 2017 sebanyak 11 ormas yang mendaftarkan diri. Pada 2018 sebanyak 3 ormas yang mendaftar, lima ormas pada 2019.

Pada 2020 ada enam ormas yang mendaftar, empat ormas pada 2021 dan 2022 sebanyak empat ormas.

Selanjutnya, dia juga mengatakan terus berupaya menangkal keberadaan ormas-ormas yang dianggap terlarang masuk di daerahnya. Melalui koordinasi dan komunikasi yang terus dibangun dengan Forum Koordinasi Umat Beragama (FKUB) setempat.

Baca Juga:  Dapat Informasi Banyak Peredaran Narkoba, Pangkostrad Kunjungi Nunukan

Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar lebih selektif dalam menerima informasi, ajaran dan paham yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggal dan pergaulannya.

Hal ini perlu dilakukan, guna menangkal adanya ormas atau kelompok masyarakat yang selalu berupaya menyebarkan paham-paham terlarang yang tidak sesuai dengan eksistensi NKRI.

Untuk menangkal paham-paham yang dapat menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat, Kesbangpol Nunukan telah menggelar sosialisasi soal intoleransi dan radikalisme. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here