Waspadai Pengiriman Besar-besaran Barang Selundupan dari Malaysia ke Parepare Jelang Lebaran

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) РKuat dugaan barang selundupan dari Malaysia semakin marak dikirim ke Kota Parepare Sulawesi Selatan melalui Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara dalam jumlah besar.

Informasi dari sumber di Kota Parepare menyebutkan, barang-barang asal negeri jiran Malaysia semakin marak masuk di Kota Parepare menggunakan kapal swasta KM Thalia.

KM Thalia merapat di Pelabuhan  Parepare setiap hari Jumat dari Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan.

Barang larangan atau selundupan tersebut telah dicurah dalam kemasan kardus berisi kosmetik dan karung yang berisi karpet, kata sumber BERANDATIMUR.COM dari Parepare tersebut.

Plh Kantor Syahbandar dan Otorita Pelabuhan (KSOP) Nunukan, Ahmad Kosasi membenarkan tidak bisa menjamin KM Thalia tidak mengangkut barang larangan seperti produk selundupan dari Malaysia setiap pemberangkatan dari Pelabuhan Tunon Taka Nunukan.

Ia menegaskan, kemungkinan besar kapal ro-ro ini selalu mengangkut barang-barang termasuk menjelang lebaran Idul Fitri 2019 Masehi atau 1440 Hijriyah ini.

Baca Juga:  PT Pelindo Nunukan terapkan e-pass masuk pelabuhan mulai 18 Nopember

“Kalau KM Thalia saya tidak bisa jamin tidak mengangkut barang-barang dari Malaysia. Karena kapal ini memang kapal roro,” ujar Kosasi di kantornya pada Sabtu sore, 18 Mei 2019.

Padahal ada kesepakatan bersama antara otorita pelabuhan dan perusahaan pelayaran bahwa kapal-kapal penumpang dilarang mengangkut barang dagangan atau apapun bentuknya selama arus mudik.

Artinya, kapal mengutamakan mengangkut orang atau pemudik beserta barangnya selama arus mudik lebaran tahun ini.

“Sudah kesepakatan pada rapat lalu bahwa kapal penumpang dilarang mengangkut barang dagangan atau kendaraan selama arus mudik ini. Tapi kapal Thalia selalu melanggar kesepakatan ini tanpa ada tindakan dari aparat terkait,” ujar sumber lainnya di Kabupaten Nunukan.

Pemeriksaan barang asal Malaysia di area kepabeanan Pelabuhan Tunon Taka Nunukan pada Sabtu (19/5)

Masih kata sumber ini, kapal KM Thalia masih sering mengangkut rumput laut dan barang dagangan lainnya yang berasal dari Malaysia.

Biasanya, barang dagangan ini dinaikkan ke KM Thalia pada malam hari baik melalui pintu pelabuhan maupun jalur laut.

Baca Juga:  Tekong Bersama Dua Calon TKI Ilegal Ditangkap di Nunukan

Sumber ini mengaku, seringkali menyaksikan pengangkutan barang selundupan dari Malaysia dinaikkan ke KM Thalia melalui jalur samping. Maksudnya barang selundupan dari Malaysia ini diangkut menggunakan perahu langsung dinaikkan ke kapal.

Selain itu, barang selundupan berupa karpet dan kosmetik tersebut masuk Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan lewat pagar dekat Gang Kakap RT 17 Nunukan Timur maupun diangkut dengan kendaraan roda empat pada malam hari.

Informasi yang dihimpun, barang-barang selundupan ini diangkut masuk pelabuhan pada malam dini hari.

Namun tidak ada tindakan tegas dari aparat hukum terkait untuk memberantasnya.

Produk tekstil maupun kosmetik asal Malaysia ini dikategorikan barang larangan atau selundupan karena tidak bercap Standar Nasional Indonesia (SNI) berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian.

Selain itu, barang selundupan asal negeri jiran ini sangat mencurigakan adanya barangan lainnya yang diikutsertakan seperti narkoba jenis sabu-sabu maupun senjata api.

Baca Juga:  Dandim Nunukan Instruksikan Prajurit Harus Sadar Kebersihan Lingkungan

Sebab karpet maupun kosmetik ini masuk ke Kabupaten Nunukan tidak melalui jalur kepabeanan Pelabuhan Tunon Taka.

Pantauan di lapangan, produk-produk luar negeri ini masuk pada malam hari melalui Jembatan Haji Putri Gang Kakap Kelurahan Nunukan Timur.

Kemudian di Jalan Lingkar tepatnya di Kandang Babi Kelurahan Selisun, Pelabuhan Sei Bolong Kelurahan Nunukan Utara dan jalur ilegal lainnya. (***)

Editor : M Rusman

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here