Waspadalah! Warga Gowa Rugi Rp8 Juta Gara-gara Tertipu Bisnis Online

GOWA (berandatimur.com) – Seorang warga Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan mengalami kerugian Rp8 juta lebih gara-gara barang pesanan melalui bisnis online tak kunjung datang. SIAAAALLLL!!!

Sebagaimana diutarakan Ramli, reseller online shop di Kabupaten Gowa pada Kamis (17/1) terkait nasib yang dialaminya setelah memesan barang bersama rekan-rekannya seseorang mengaku distributor di Kota Surabaya Jawa Timur.

Pemesanan barang berupa balon lampu LED dan jam tangan impor bermerek sejak akhir Desember 2018. Namun hingga saat ini produk pesanannya belum kunjung datang.

Bahkan dia akui, telah menghubungi distributor (supplier) bernama Yolanda melalui Whatsapp tetapi jawaban yang diperolehnya mengecewakan.

Produk pesanan Ramli yang mengakibatkan dirinya tertipu

Ia mengaku, postingan produk supplier Yolanda ini dianggap menarik untuk dijual kembali di daerahnya karena harga sangat murah.

Baca Juga:  Pengurus baru LPM Estetika resmi dilantik

“Awal mulanya saya sangat tertarik dengan barang seorang supplier yang dikenalnya melalui akun Yolanda ini. Selain harganya murah juga produknya layak dipasarkan di Gowa,” ujar Ramli tampak kesal.

Ramli menceritakan, sewaktu tertarik terhadap produk postingan Yolanda ini langsung mengajak teman-temannya untuk mengorder barang secara bareng-bareng.

Berhasil mengumpulkan uang sebanyak Rp8 juta ditambah biaya ongkir sebesar Rp270 ribu dari Surabaya ke Makassar.

Ketertarikan dan kesepakatan bersama rekan-rekannya, Ramli mengaku memesan sebanyak 200 pcs untuk dua produk yaitu lampu LED dan jam tangan.

Pasca uang sebesar Rp8 juta plus ongkir Rp270 ribu ditransfer, Yolanda menghubunginya lagi via WA bahwa ongkir naik menjadi 549 ribu.

Pada saat itu terjadi komunikasi alot soal ongkir barang yang dipesan dengan supplier mengaku berdomisili di Kota Buaya itu karena langsung ada kenaikan.

Baca Juga:  Diserang Penyakit Ketinggian, Pendaki Gagal Upacara HUT RI Ke-74 di Puncak Bawakaraeng
Kolase. Bukti percakapan Ramli dengan supplier Yolanda yang mengaku berdomisili di Kota Surabaya Jawa Timur

Akhirnya dia negosiasi agar ditanggung bersama dengan Yolanda. Namun perempuan ini menolak menanggung biaya ongkir dan tidak terima pesanan dibatalkan.

Bahkan kata Ramli, Yolanda mengancam menelantarkan produk pesanan di ekspedisi pengiriman JNE apabila dirinya tidak bersedia menambah biaya kirim tersebut.

Oleh karena itu, Ramli mengaku, mentransfer tambahan biaya ongkir yang diminta Yolanda pada 29 Desember 2018. Resi pengiriman pun dikirimkan barang pesannya pada 31 Desember 2018.

Sehubungan produk pesanannya belum datang hingga 10 Januari 2019 maka rekwn-rekannya mempertanyakannya.

Ia mengaku mulai mencium ketidakberesan supplier tersebut sehingga menghubungi kembali Yolanda. Tetapi jawaban yang didapatkannya mengecewakan karena diminta menghubungi pihak JNE pusat.

Baca Juga:  BB 75 Kg, Sindikat sabu-sabu Filipina-Malaysia dibekuk di Makassar, 13 kali lolos

Ramli menuturkan, rekannya sempat mengecek produk pesanannya pada Kantor JNE Cabang Makassar. Barangnya dalam status ada pada pengantar barang.

Berbagai upaya yang dilakukannya tidak membuahkan hasil hingga 16 Januari 2019 sehingga berniat melaporkannya kepada pihak berwajib atas dugaan kasus penipuan yang dialaminya dalam waktu dekat. (***)

Penulis: Atim

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here