Ketua Poktan Rita Wolon Jaya bagi-bagi uang bantuan Kementan, eh malah menangis

Kasus UPPO Lewohala, Ketua Poktan Rita Wolon Jaya Malah Menangis
Ketua Poktan Rita Wolon Jaya Darius Bala di kandang sapi program UPPO, Rabu (10/8). FOTO: Yakobus Elton Nggiri/BERANDATIMUR.COM

Larantuka (BERANDATIMUR) – Sejumlah kegiatan program kegiatan unit pengolah pupuk organik (UPPO) di Desa Lewohala, Kecamatan Ile Mandiri, Kabupaten Flores Timur, NTT yang tidak sesuai perencanaan awal termasuk pembelian delapan ekor sapi.

Kini menuai masalah karena terindikasi dana bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) sebesar Rp200 juta tidak dimanfaatkan semuanya tetapi malah ada yang disalahgunakan oleh Kelompok Tani Rita Wolon Jaya dan oknum pejabat di instansi terkait.

Padahal, program ini merupakan pokok pikiran anggota DPR RI Ny Julie Laiskodat pada tahun anggaran 2020.

Dana yang disalahgunakan tersebut, diakui Ketua Poktan Rita Wolon Jaya Darius Bala Letin telah “dikantongi” dan sebagian diberikan kepada oknum pejabat yang kini telah dimutasi ke Dinas Lingkungan Hidup. Melalui, dana pembelian delapan ekor sapi yang disunat dimana sapi dibeli seharga Rp4 juta per ekor sementara dana yang disediakan sebesar Rp8 juta per ekor.

Baca Juga:  Ritual Belo Berekaneng Suku Labaketoy sembelih dua ekor kambing 

Akibatnya, tujuh ekor sapi yang dibeli tersebut telah mati sehingga Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Flores Timur Petrus Petara Aran menolak menandatangani laporan pertanggungjawaban Poktan Rita Wolon Jaya.

Kepada awak media, Darius mengakui dana hasil “penyunatan” dari pembelian sapi dan pekerjaan lainnya telah habis dipakai untuk kepentingan pribadinya.

Ia menyatakan, dana sebesar Rp30 juta telah diberikan Rp15 juta kepada Ketua Tim Teknis UPPO Kabupaten Flotim berinisial PT yang kini telah dimutasi ke Dinas Lingkungan Hidup. Sedangkan Rp15 juta yang dikantongi Darius, Rp9 juta dipakai sendiri dan Rp6 juta diberikan kepada Ketua UPPK untuk membeli sapi ganti. Tetapi dana tersebut juga tidak dipakai untuk membeli sapi malah dihabiskan sendiri.

Baca Juga:  Sempat Mati Suri, PMKRI Larantuka Gelar RUAC "Mempertegas Eksistensi di Bumi Flotim"

“Dari 15 juta punya saya sudah saya pake 9 juta, sedangkan 6 juta saya sudah serahkan ke Ketua UPPK untuk membeli ganti sapi tetapi malah dihabiskan oleh Ketua UPPK pak,” beber Darius kepada awak media ini pada Rabu, 10 Agustus 2022.

Mengenai uang sebesar Rp15 juta yang diberikan kepada salah satu Kepala Bidang di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan berinisial PT, Darius mengakui diserahkan di rumah pribadinya pada akhir Desember 2020.

“Pembagian itu terjadi di rumah saya, di penghujung bulan Desember 2020 lalu. Dasar pembagian itu adalah karena saling mengerti, dan sebagai ucapan terima kasih diantara kami. Pembagian itu pun adil, 15 juta : 15 juta,” sebut Darius selaku Ketua Poktan Rita Wolon Jaya dengan nada sedih sambil menangis.

Baca Juga:  Penyelundupan dari Malaysia ke Parepare Makin Marak, Siapa yang Diuntungkan?

Bahkan dia membeberkan lagi, uang hasil penyunatan dari kegiatan lainnya pada program UPPO tersebut juga ikut dinikmati oleh Ketua UPPK Desa Lewohala saat itu.

“Saya mengaku salah pak, dan saya sudah memberikan uang 6 juta kepada Ketua UPPK. Untuk bisa membeli ganti 2 ekor sapi namun hingga saat ini sapi itu tak kunjung dibeli,” tutupnya. (mg01)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here