Home / SOROT

Minggu, 30 April 2023 - 11:31 WIB

Pasar Mamolo, Bagaikan Pengemis yang Peduli

Subuh hari, suasananya masih gelap puluhan orang mulai berdatangan. Ada yang memikul keranjang, menenteng bungkusan dan kantongan plastik.

Raut wajah mereka tampak sumringah meskipun terlihat peluh.

Mereka adalah pedagang yang ingin mengais rezeki. Membawa barang jualan berupa sayur mayur, makanan dan lain-lainnya.

Setibanya dibangunan yang tak terawat dan terkesan kumuh itu, mereka ada yang membersihkan dan sebagian tampak mondar mandir mencari sesuatu. Entah apa yang dicari.

Tak lama, mulai ada yang menata barang jualannya. Satu per satu juga ada yang datang ingin membeli.

Sang mentari mulai terlihat merona di ufuk timur, pengunjung pun mulai berdatangan. Ada yang membeli sayur mayur, kue-kue dan ada pula yang menyerbu lapak makanan atau kuliner.

Sayangnya, lapak-lapak tersebut jauh dari kata layak. Karena hanya terbuat dari papan atau batang kayu yang bulat seadanya.

Pasar Mamolo, Bagaikan Pengemis yang Peduli
Pengunjung yang berbelanja sayur mayur di Pasar Mamolo pada Minggu (30/4)

Namun tidak menyurutnya animo pengunjung untuk bersantai sambil menikmati berbagai jenis makanan.

Tempat itu dikenal luas dengan ssbutan Pasar Mamolo, terletak di Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Jaraknya sekitar 10 kilo meter dari pusat kota Kabupaten Nunukan.

Pasar ini hanya dibuka setiap akhir pekan atau Hari Minggu pagi. Hanya sekali dalam sepekan.

Tetapi cukup dikenal oleh masyarakat Kabupaten Nunukan khususnya di Pulau Nunukan.

Orang yang ingin bersantai sambil menikmati berbagai jenis kuliner tentunya bukan hal jauh baginya.

Sayangnya, pasar ini tampak tak terawat dan dibiarkan begitu saja. Sekali lagi, lapak-lapak tempat berjualan bagi pedagang hanya dibuat dari papan dan batang kayu seadanya.

Tiang-tiang lods pasar ini pun terbuat dari bahan seadanya. Bagi pengunjung yang baru pertama kali datang di Pasar Mamolo pasti tidak menyangka tempat ini adalah tempat transaksi atau pasar.

Jangan Lewatkan  Menteri Pertanian SYL Menghilang di Luar Negeri?

Padahal, telah lama dikenal luas. Pastinya manfaat dan keuntungan yang dihasilkan lumayan besar. Namun, Pasar Mamolo ibarat pengemis yang compang camping tapi punya kepedulian yang tinggi.

Tiang-tiang dan atap lods pasar ini mulai lapuk tapi tetap ditempati masyarakat untuk berjualan dan pengunjung cukup senang menyantap berbagai jenis kuliner.

Jangan mengharap fasilitas yang memadai karena memang tidak pernah ada niat untuk memperbaiki dan menyediakannya bagi pengunjung agar nyaman dan aman.

Pasar Mamolo Bagaikan Pengemis yang Peduli
Pengunjung sedang berbelanja di lods kuliner Pasar Mamolo, Minggu (30/4)

“Seharusnya ada perhatian buat tempat ini. Minimal lods-lodsnya diperbaiki agar pedagang dan pengunjung merasa nyaman dan aman,” ucap Sukardi, seorang pengunjung pada Minggu, 30 April 2023.

Ia pun tak memungkiri, Pasar Mamolo yang memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya pedagang usaha kecil tak pernah diperhatikan oleh pemangku kepentingan di Kabupaten Nunukan.

“Tak perlu yang permanen tapi bangunannya yang layak dan aman. Kalau bangunan lods seperti ini sangat rawan bagi keamanan pengunjung atau pedagang,” tutur dia.

Pria berkacamata ini mengaku sudah seringkali membawa keluarganya untuk menikmati kuliner di pasar ini.

Namun selalu prihatin dan dihantui rasa takut, jika sewaktu-waktu bangunan pasar imi rubuh di saat sedang ramai pengunjung.

Ia mengatakan, meskipun semua fasilitas Pasar Mamolo terbuat dari bahan seadanya, tetapi animo masyarakat tetap tinggi untuk berkunjung.

Awalnya, Pasar Mamolo dibuka hanya sekadar menjual makanan ala kampung dengam lauk pauk hasil laut.

Kini, sudah mulai banyak pedagang pakaian dan sayur mayur. Kondisi ini tentunya menjadi pengamatan nyata bagi pemangku kepentingan untuk memperbaiki lods-lods pasar ini.

Murni pun mengharapkan hal yang sama dengan banyak orang. Pasar Mamolo yang sangat dikenal dan memberikan efek ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat perlu mendapatkan perhatian.

Jangan Lewatkan  Potret Buram Nunukan (2): Dianggap tak Pro Bupati, Insentif Ketua RT 26 Nunukan Barat tak Dicairkan

Penjual sayur mayur ini mengaku, semakin banyaknya pengunjung setiap dibuka, tentunya keamanan semakin rentan. Dikhawatirkan lods runtuh karena kondisi tiangnya yang mulai lapuk.

Entah kenapa, Pasar Mamolo tidam pernah diperhatikan. Padahal, penguasa di daerah ini pun mungkin pernah berkunjung di pasar ini.

Atau mungkin sang penguasa, pernah mendapatkan mendengar soal keberadaan Pasar Mamolo ini.

Setiap buka, pasar yang tampak kumuh ini dijejali kendaraan roda empat. Ini membuktikan banyak diminati oleh masyarakat berekonomi menengah ke atas.

Jika saja, pemangku kepentingan di Kabupaten Nunukan membenahi fasilitas Pasar Mamolo, tidak hanya menguntungkan pedagang tetapi juga pendapatan asli daerah (PAD) pun bisa didapatkan.

Jangan dibiarkan Pasar Mamolo berbalut pakaian yang compang camping bagaikan seorang pengemis tanpa dihargai manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

Kita tahu bersama, pasar ini banyak memberikan manfaat dari aspek sosial, budaya dan lebih-lebih aspek ekonominya.

Semoga ada perhatian dan kepedulian!!!

 

Share :

Baca Juga

SOROT

Suasana Sholat Idul Fitri 1444 H di Masjid Agung Al Muhajidin Nunukan

Daerah

Potret Buram Nunukan (2): Dianggap tak Pro Bupati, Insentif Ketua RT 26 Nunukan Barat tak Dicairkan

Daerah

Potret Buram Nunukan (8): Warga RT 20 Nunukan Barat Protes, Ketua RT Ditunjuk Tanpa Pemilihan

SOROT

Potret Buram Nunukan (4): Mantan Lurah Ini Miris Atas Upaya “Pembekuan” RT 26 Nunukan Barat

Daerah

Potret Buram Nunukan (1): Warga Miskin tak Tersentuh Bantuan

Nasional

Kasus BTS BAKTi, Johnny Plate Diduga Minta Setoran Rp 500 Juta per Bulan Pada Salah Seorang Tersangka

Daerah

Potret Buram Nunukan (11) – Warga Senang, Sampah Diangkut Tiap Hari

Kaltara

Nunukan Dapatkan Rp3 Triliun Dana APBN 2023, KPK Warning Pemda