Home / Hukum dan Kriminal

Jumat, 16 Januari 2026 - 11:22 WIB

Hermanus: Pembangunan Wilayah Perbatasan Perlu Melibatkan Akademisi

NUNUKAN – Wakil Bupati Nunukan Hermanus berpendapat bahwa pembangunan daerah khususnya di wilayah perbatasan memerlukan keterlibatan ekstra dari akademisi dengan berbagai kajian akademiknya. Hal ini perlu dilakukan sebagai wujud keseriusan pembangunan dan tidak terkesan “tiba masa tiba akal”.

Hal tersebut disampaikannya saat menerima audiensi rombongan Universitas Airlangga di Kantor Bupati Nunukan, Selasa 13 Januari 2025.

Kehadiran rombongan dari Universitas Airlangga Jawa Timur ini diapresiasi Wabup Nunukan Hermanus.

Kelanjutan pembangunan di Kabupaten Nunukan, lanjut Hermanus, bahwa masukan dan pertimbangan khususnya terkait keterbatasan akses, keberlanjutan pendidikan dan lain sebagainya.

Kabupaten Nunukan sebagai wilayah perbatasan memiliki kontur yang demikian luas, sehingga memerlukan pendekatan pembangunan yang tepat, dan bukan sekedar insentif.

Demikian juga dengan aktifitas perekonomian yang menurutnya sudah tumbuh secara alami bahkan sebelum daerah ini berdiri sebagai kabupaten.

“Aktivitas ekonomi di Kabupaten Nunukan tumbuh secara alami sejak sebelum daerah ini berdiri, sehingga relatif sulit diubah. Masyarakat perbatasan, khususnya dengan Tawau (Malaysia), memiliki kesamaan budaya dan bahasa yang menyebabkan ketergantungan ekonomi”, ungkapnya.

Terkait dengan hal diatas, Wabup Nunukan berharap, kehadiran Universitas Airlangga dengan berbagai programnya bisa melahirkan rekomendasi untuk terwujudnya kebijakan oleh pemerintah pusat demi mendorong berkembangnya aktivitas perekonomian di wilayah perbatasan.

Selanjutnya dia berharap agar pembangunan kawasan perbatasan seperti di Kabupaten Nunukan dan Tawau Sabah Malaysia dapat dilihat dari perspektif persamaannya dan bukan dari perbedaannya.

“Bila dilihat dari perbedaannya, maka akan banyak permasalahan yang didapatkan, tetapi bila dilihat dari berbagai kesamaannya maka akan ada kesepakatan dan kerjasama, mungkin semacam Sister City dan lain sebagainya ”, tambahnya.

Dalam program penelitian nantinya yang akan dilakukan oleh Universitas Airlangga di Kabupaten Nunukan, khususnya di Pulau Sebatik, Hermanus berharap penelitian dan program yang dilaksanakan Universitas Airlangga ini juga bisa melihat keterikatan sosial, budaya dan ekonomi antara masyarakat Nunukan dan Tawau.

Jangan Lewatkan  APMS Rapti Indah Jarang Melayani Kendaraan Roda 2, Sering Ditemukan Mobil Truk Berisi Drum

Pada kesempatan itu, Direktur AIIOC (Airlangga Institute of Indian Ocean Crossroads) Universitas Airlangga, Lina Puryanti dalam paparannya menyampaikan bahwa Universitas Airlangga berencana akan melaksanakan program Community Development International di Pulau Sebatik. Kegiatan ini bermitra dengan Pemerintah Kabupaten Nunukan, Universitas Borneo Tarakan, dan Universitas Johor.

Menurutnya fokus bahari di Pulau Sebatik dipilih karena sangat dekat dengan kehidupan masyarakat perbatasan Indonesia – Malaysia serta wilayah Sebatik merupakan wilayah strategis dari sisi kedaulatan dan kesejahteraan.

Oleh karena itu kunjungan kali ini bertujuan memetakan permasalahan daerah sebagai dasar penyusunan program, ujar Lina.

Dalam pelaksanaannya nanti, Lina menjelaskan program yang akan dilaksanakan dibagi dalam dua tahap, yaitu Community Development DAPT-EQUITY (fokus Sebatik), dan ACDH.

“ Untuk Fokus kegiatan ini adalah peningkatan pengolahan pangan hasil perikanan, transformasi teknologi perikanan dan nelayan (GPS, radio, security & safety), pengembangan jaringan distribusi dan pasar, youth engagement (menarik generasi muda berbasis modern fisheries), optimalisasi budidaya rumput laut dan UMKM, edukasi cara tangkap yang ramah lingkungan”, beber Lina.

Untuk keterlibatan, dalam program ini nantinya Universitas Airlangga akan melibatkan 4 Fakultas dan 1 Pascasarjana. Pada pelaksanaannya, beberapa hal akan dilakukan diantara adalah pertemuan antara akademisi, nelayan, dan pemuda lokal untuk pertukaran pengetahuan serta eksplorasi inovasi pengolahan produk perikanan sederhana lokakarya kolaboratif bersama dengan komunitas lokal serta mitra nasional dan Internasional, dan kegiatan pendokumentasian pengetahuan lokal tentang Bahari.

Pertemuan yang dimoderatori oleh Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Raden Iwan Kurniawan ini, tampak juga turut hadir menyampaikan paparan dan diskusinya diantaranya Asisten Ekonomi dan Pembangunan / Plt Kepala Dinas Perikanan Juni Mardiansyah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nunukan Arpiah, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Nunukan Andi Fajrul Syam, Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Nunukan Ramsyah, Kepala Bagian Organisasi Setda Harman, Kepala Bagian Pemerintahan Eko Romadhoni, Kabag Prokompim Joned, serta jajaran dari Dinas Perikanan Kabupaten Nunukan, serta rombongan dari Universitas Airlangga. (*)

Jangan Lewatkan  FLASH8 - 2 Mobil Sitaan Asal Malaysia Siap Dimusnahkan

Share :

Baca Juga

Hukum dan Kriminal

Sejumlah Poliklinik RSUD Nunukan Tutup Pelayanan, Kenapa?

Hukum dan Kriminal

Mengeluhkan Aroma Busuk, Pelaku Usaha Minta Bak Sampah Dipindahkan

Hukum dan Kriminal

Nunukan Tambah 6 APMS Baru, 2024 Ditarget Semua Kecamatan

Hukum dan Kriminal

Anggota DPRD Nunukan Reses di Ujang Fatimah

Hukum dan Kriminal

Galian Proyek CV Berkah El Shanum Ganggu Aktivitas Pembudidaya Rumput Laut

Hukum dan Kriminal

Pemprov Sulsel Perbaiki Sejumlah Ruas Jalan Rusak di Pinrang

Hukum dan Kriminal

Nunukan Jadi Lokasi Ke-3 Uji Coba Makan Gratis di Kaltara, Laura: Segera Diperjelas Regulasinya
Mau Melarikan Diri, Pelaku pemubunuhan Karyawan PT BHP Mengaku Sakit Hati

Hukum dan Kriminal

Mau Melarikan Diri, Pelaku Pembunuhan Karyawan PT BHP Akui Sakit Hati