BULUKUMBA – Selama bulan suci Ramadan sekaligus menyambut lebaran Idul Fitri 1447 H/2026 M, Pemerintah Kabupaten Bulukumba bekerja sama Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan menghadirkan layanan penukaran uang rupiah.
Layanan tersebut dinamakan “Serambi Sultan Lontara 2026” yakni Sulawesi Selatan Layanan Program Terpadu Penukaran Uang Rupiah dipusatkan di Pelataran Gedung Ammatoa, Bulukumba, Rabu, 25 Februari 2026.
Peresmian secara simbolis (kick off) dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Bulukumba, Muh Ali Saleng, Ricky Satria (Deputi Kepala Perwakilan BI Sulawesi Selatan), pimpinan perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya.

Kick off layanan penukaran uang rupiah ini melibatkan 13 tenan perbankan termasuk dari Bantaeng, dan Jeneponto.
Program ini merupakan bagian dari upaya BI dalam menjaga ketersediaan uang rupiah dengan pecahan yang sesuai dan dalam kondisi layak edar, guna memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan menyambut Idul Fitri 1447 H.
Sekda Bulukumba, Ali Saleng mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini karena tidak hanya mempermudah masyarakat memperoleh pecahan uang baru. Tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan sektor perbankan.
“Melalui kegiatan ini, kita menjaga tradisi masyarakat dalam berbagi kebahagiaan dengan uang Rupiah baru kepada keluarga dan kerabat, sekaligus meningkatkan kolaborasi antara Pemda dan seluruh perbankan,” ujar Ali Saleng.
Secara teknis, Bank Indonesia menyiapkan sekitar 1.000 paket penukaran uang yang dapat diakses masyarakat melalui pendaftaran pada aplikasi atau website PINTAR BI. Layanan ini diperuntukan untuk masyarakat di Kabupaten Bulukumba, Bantaeng, dan Jeneponto.
Adapun batas maksimal penukaran ditetapkan sebesar Rp5,3 juta per orang, dengan komposisi pecahan mulai dari Rp50.000 hingga Rp1.000.
Dalam kegiatan ini, turut ditekankan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan uang rupiah, melalui gerakan “Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah”, termasuk mengenali keaslian uang dengan metode 3D (dilihat, diraba, diterawang) serta merawat uang dengan prinsip 5J.
Selain itu, masyarakat juga didorong untuk memanfaatkan transaksi digital seperti QRIS dan layanan perbankan elektronik yang cepat, mudah, aman, dan efisien.
Deputi Kepala Perwakilan BI, Ricky Satria mengatakan bahwa beberapa tahun terakhir program Serambi Sultan Lontara ini sudah dilaksanakan setiap tahunnya. Namun tahun ini untuk pertama kalinya digelar di Kabupaten Bulukumba.
“Pertama kalinya digelar di Bulukumba, dan ternyata kegiatan perdana yang digelar di pelataran Gedung Ammatoa,” kata Ricky disambut tepuk tangan dari audiens.
Meski kegiatannya adalah penukaran uang tunai, namun sistemnya, tambah Ricky sudah terdigitalisasi melalui pendaftaran online pada aplikasi digital, sehingga lebih tertib dan mencegah terjadinya chaos.
“Penukarannya pun juga bisa menggunakan QRIS, sehingga tidak perlu lagi tarik uang tunai di ATM untuk ditukarkan dengan pecahan yang lebih kecil,” imbuhnya.
Kegiatan Serambi Sultan Lontara 2026 ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat stabilitas sistem keuangan daerah serta mendukung kelancaran aktivitas ekonomi selama bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.(*)









