MAKASSAR – Informasi yang kini beredar luas dan viral, soal maraknya peredaran dan transaksi narkoba dalam area Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Narkoba Bolangi yang terletak di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Namun, tidak ada tindakan nyata dan tegas terhadap marak dan bebasnya peredaran narkoba dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) Sulsel sehingga puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Lintas Mahasiswa menggeruduk Kantor Wilayah Ditjen Pas Sulsel menuntut tindakan tegas kepada petugas sipir yang terlibat dan mencopot Kepala Lapas Narkoba Bolangi.
Koalisi Lintas Mahasiswa ini meminta dengan tegas agar Ditjen Pas Sulsel segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap jajarannya di Lapas Narkotika Bolangi. “Kami datang membawa keresahan masyarakat. Penjara seharusnya menjadi tempat pembinaan, þukan malah menjadi pusat pengendalian narkoba. Negara tidak boleh kalah dengan bandar narkoba yang beroperasi dari dalam sel tahanan”, ujar Korlap Aksi dari Koalisi Lintas Mahasiswa pada pekan lalu.
Ia juga mendesak Kepala Kanwil Ditjen Imipas Sulsel untuk mencopot Kepala Lapas Narkotika Bolangi dan Kepala Pengamanan Lapas sebagai bentuk tanggung jawab atas bobolnya sistem pengawasan di dalam lapas tersebut.
Menurut mahasiswa, bebasnya penggunaan handphone dalam lapas menjadi pemicu maraknya peredaran dan transaksi narkotika dalam sela tahanan. Massa aksi diterima H. Marwati selaku perwakilan dari Ditjenpas Sulsel.

Dalam pembicaraan itu, H. Marwati berjanji akan menindakianjuti seluruh aspirasi dari mahasiswa. dalam lapas. la pun berjanji apabila ditemukan keterlibatan sipir maupun kelalaian petugas, maka akan dilakukan tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku.
“Kami menerima seluruh aspirasi yang disampaikan adik-adik mahasiswa. Tentunya ini akan menjadi perhatian serius dan akan kami tindak lanjuti sesuai mekanisme yang ada”, ujar H Marwati saat menerima massa aksi.
Mahasiswa pun bersikeras akan mengawal terus kasus ini hingga ada langkah kongkret dari Ditjenpas dan aparat penegak hukum. Bahkan, massa aksi mengancam akan kembali turun ke jalan dengan massa yang lebih besar apabila tidak ada tindakan serius.
Adapun tuntutan mahasiswa kepada Kanwil Ditjen Pas Sulsel adalah;
1. Mendesak Ditjenpas Sulsel mengusut tuntas dugaan peredaran narkoba di Lapas Narkotika Bolangi, Kabupaten Gowa.
2. Mendesak pencopotan Kepala Lapas Narkotika Bolangi dan Kepala Pengamanan Lapas.
3. Mendesak pencopotan petugas yang diduga lalai maupun terlibat dalam praktik peredaran narkoba.
4. Menuntut razia besar-besaran terhadap handphone dan narkoba di Lapas Bolangi
5. Meminta aparat penegak hukum mengungkap jaringan bandar narkoba yang dikendalikan dari dalam penjara di Sulsel
6. Mendesak evaluasi total sistem pengawasan dan pengamanan di Lapas Narkotika Bolangi
Hanya berselang beberapa hari, Kanwil Ditjen Pas Sulsel melakukan razia di Lapas Biolangi dan menyita sejumlah telepon seluler dari dalam kamar tahanan. “Handphone biang kerok segalanya di dalam Lapas dan Rutan. Jika ada yang main-main akan copot dari kepala hingga ekornya,” beber Kepala Kanwil Ditjen Imipas Sulsel, Rudi Fernando Sianturi.
Anehnya, kenapa baru bertindak setelah ada aksi mahasiswa? Memangnya selama diam aja dan pura tidak tahu perihal maraknya peredaran dan transaksi narkoba dalam seluruh Lapas dan Rutan? Aneh aja sih.









