MAKASSAR – SMA Negeri 1 Kaimana Provinsi Papua Barat melakukan studi tiru di SMA Negeri 5 Makassar dengan memboyong puluhan guru dan siswa siswinya ke Makassar untuk melihat langsung bagaimana proses pembinaan dalam mengembangkan proses belajar mengajar dan pembinaan kesiswaan.
Kedatangan rombongan studi tiru SMA Negeri 1 Kaimana ini direspon positif oleh Kepala SMA Negeri 5 Makassar, Sudirman Kadir. Sebagaimana disampaikan pada saat wawancara dengan awak media ini di Aula SMA Negeri 5 Makassar pada Kamis, 11 Juni 2026.
Sudirman sangat mengaresiasi kedatangan rombongan SMA Negeri 1 Kaimana yang dipimpin langsung Kepala Sekolanya Yosapaat Lamawuram. Ia menilai, kedatangannya di sekolahnya tidak terlepas dari keinginannya untuk belajar beberapa hal yang dianggap layak diterapkan di sekolahnya di Papua Barat.
Seperti pengembangan kurikulum dan sumber daya tenaga guru dan pembinaan kesiswaan yang mungkin masih jauh lebih maju dibandingkan di SMA Negeri 1 Kaimana. Kepala SMA Negeri 5 Makassar ini mengakui, setelah melakukan studi tiru pada beberapa bidang di sekolahnya, Kepala SMA Negeri 1 Kaimana meminta saran dan pandangan berkaitan dengan pengembangan sumber daya tenaga guru dan kesiswaan.

Ia menegaskan, kedatangan rombongan SMA Negeri 1 Kaimana ini bertujuan untuk sharing berkaitand dengan pengembangan sekolah ke depannya. Terutama dalam hal proses pembelajaran, kemudian bagaimana kegiatan kesiswaan, pembinaan budaya lokal.
“Dengan hadirnya rombongan dari SMA Negeri 1 Kaimana Papua Barat ini di SMA Negeri 5 Makassar, untuk sharing terkait dengan proses pembelajaran dsan pembinaan kesiswaan dan pembinaan budaya lokal di sini,” ujar dia.
Kedatangannya di SMA Negeri 5 Makassar, lanjut Sudirman, selain bersilaturahmi juga untuk mendapatkan masukan dari SMA Negeri 5 Makassar salah satu sekolah favorit dan unggulan di Kota Makassar. Maksud utamanya, adalah keinginannya menimba ilmu atau belajar tentang proses belajar mengajar di SMA Negeri 5 Makassar.
Beberapa hal yang diminta pendapat oleh SMA Negeri 1 Kaimana yakni peningkatan kompetensi guru. “Saya sampaikan pengembangan kompetensi guru di SMA Negeri 5 Makassar melalui pelatihan-pelatihan dan mengarahkan guru diarahkan memaksimalkan kinerjanya dan masalah metode mengajar yang sudah tidak sesuai lagi dengan kurikulum sebelumnya,” terang Sudirman.

Pada dasarnya, SMA Negeri 1 Kaimana ini, tentunya ingin banyak belajar perihal pengembangan proses belajar mengajar dengan berusaha menyingkronkan “ilmu” yang diperoleh selama studi tiru di sekolah-sekolah di Kota Makassar. Namun terkendala ketersediaan waktu kunjungannya sehingga tidak semua “ilmu” dari program yang diharapkan mendapatkan penjelasan secara detail.
Mengenai pembinaan kesiswaan, Sudirman mengatakan, kurang lebih sama antara SMA Negeri 5 Makassar dengan SMA Negeri 1 Kaimana. Dimana lebih mengutamakan pada pengembangan bakat minat daripada siswa siswi itu sendiri.
Sementara Kepala SMA Negeri 1 Kaimana, Yosapaat Lamawuram kepada awak media ini menerangkan, sengaja memilih SMA Negeri 5 Makassar dan dua sekolah lainnya yakni SMA Negeri 2 Makassar dan SMA Katolik Makassar untuk studi tiru. Alasannya, ketiga sekolah dianggap telah berkembang pesat dalam hal pengembangan proses belajar mengajar, pembinaan prestasi siswa dan pembinaan ekstrakurikuler.
Studi tiru ini, kata dia, memang diharapkan dapat menjadi masukan bagi tenaga pengajar dan siswa siswi SMA Negeri 1 Kaimana yang bisa diterapkan di sekolahnya demi kemajuan pendidikan di Papua Barat nantinya.
Oleh karena itu, rombongan yang diboyong ke Makassar untuk studi tiru ini adalah tenaga guru dan siswa siswi khususnya pengurus OSIS. Diharapkan dapat melihat langsung bagaimana proses pengembangan dan pembinaan yang diperoleh pada letiga sekolah yang dikunnunginya di Kota Makssar, harap Yosapaat kepada awak media ini. (*)









