BULUKUMBA – Musim kemarau menyebabkan terjadinya kekeringan yang berdampak pada krisis air bersih di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Pemerintah Kabupaten Bulukumba berupaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakatnya akibat kekeringan tersebut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulukumba, Andi Hasbullah mengaku telah mendistribusikan 70 ribu liter air bersih bersama dengan Pemadam Kebakaran hingga 6 September 2026 pada empat kecamatan dan enam kelurahan/desa. Menjangkau 127 kepala keluarga atau 441 jiwa.
Keempat kecamatan yang mendapatkan distribusi air bersih diantaranya Desa Tugondeng Kecamatan Herlang, Desa Manyampa Kecamatan Ujung Loe, dan Kelurahan Tanah Kongkong Kecamatan Ujung Bulu.
Pada proses pendistribusian, BPBD dan Damkar Bulukumba mengerahkan armada tangki air dengan mengisi wadah yang telah disediakan oleh warga.
Pemkab Bulukumba berusaha maksimal untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat setempat terutama yang kesulitan untuk kebutuhan sehari-hari.
Bupati Bulukumba Muchtar Ali Yusuf meminta seluruh jajaran perangkat daerah untuk aktif membantu masyarakat pada musim kekeringan ini akibat dampak elnino. Termasuk aktif mengedukasi warga dalam pencegahan kebakaran di wilayah masing-masing.
“Beberapa wilayah sudah merasakan kekurangan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga, sehingga OPD harus bantu melayani kebutuhan air bersihnya,” ungkap Andi Utta sapaan akrab Bupati Bulukumba.
Selain distribusi air bersih, pemerintah daerah juga mengajak masyarakat untuk saling membantu dan menggunakan air secara bijak, khususnya dalam menghadapi kondisi kemarau dan keterbatasan sumber air.
Bagi masyarakat yang membutuhkan layanan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga agar menghubungi pemerintah desa kelurahan setempat untuk kemudian bersurat ke BPBD Kabupaten Bulukumba.
BPBD akan terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang mengalami kesulitan air bersih serta mengambil langkah penanganan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.(*)









