Home / Advetorial / Pemkab Nunukan

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:28 WIB

Pimpinan Ponpes Ibnu Syam: Perkuat Kecintaan Kepada Rasulullah 

NUNUKAN – Pimpinan Pondok Pesantren Ibnu Syam KH. Ahmad Slamet Ibnu Syam, Pimpinan Pesantren Ibnu Syam, Cilegon, bersama istri Ustadzah Nabilah Abdul Rahim Bayan, hadir mengisi tausiyah pada tabligh akbar di Masjid Agung Al Mujahidin, Sabtu malam, 22 Agustus 2026.

Acara yang digelar Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) sebagai rangkaian peringatan maulid Nabi Muhammad SAW.

Kehadiran pasangan pendakwah dan pendidik Al-Qur’an tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi jamaah. Keduanya dikenal sebagai sosok yang aktif dalam pendidikan dan pembinaan Al-Qur’an.

Pasangan suami istrinya ini merupakan pendiri sekaligus pengelola Pesantren Ibnu Syam di Cilegon, Banten. Pesantren tersebut berfokus pada pendidikan Al-Qur’an dan tahfiz, sebagai bagian dari upaya mencetak generasi yang dekat dengan Al-Qur’an.

Sementara itu, Ustadzah Nabilah Abdul Rahim Bayan dikenal luas sebagai pengajar Al-Qur’an dan sosok yang aktif dalam berbagai ajang tahfiz dan tilawah tingkat Nasional maupun Internasional. Namanya juga dikenal masyarakat Indonesia sebagai salah satu juri dalam ajang pencarian bakat penghafal Al-Qur’an, Hafiz Indonesia yang ditayangkan RCTI.

Dalam tausiyahnya, Dr. KH. Ahmad Slamet Ibnu Syam mengajak jamaah untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW dengan memperbanyak amal saleh, meningkatkan ketakwaan, serta memperbanyak membaca salawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Ia menyampaikan bahwa salawat merupakan amalan yang mudah dilakukan oleh setiap umat Islam. Karena itu, jamaah diajak untuk senantiasa membasahi lisan dengan salawat, khususnya ketika menghadapi berbagai persoalan dan membutuhkan kemudahan dalam urusan.

“Allahumma salli ‘ala Sayyidina Muhammad wa ‘ala alihi,” menjadi salah satu bacaan salawat yang diajarkan kepada jamaah.

Menurutnya, memperbanyak salawat hendaknya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Jangan Lewatkan  Waspada Penipu Minta Donasi, Catut Nama Bupati Bulukumba

Dalam kesempatan tersebut, penceramah juga mengingatkan bahwa segala kemudahan dan keberkahan pada hakikatnya datang atas kehendak Allah SWT. Karena itu, selain melakukan ikhtiar secara lahiriah, umat Islam hendaknya memperkuat doa, zikir, amal saleh dan salawat.

Tausiyah juga diwarnai dengan kisah pengalaman yang disampaikan penceramah untuk menggambarkan pentingnya memperbanyak salawat dan senantiasa menggantungkan setiap urusan kepada Allah SWT.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi menjadi momentum bagi masyarakat untuk semakin mengenal, mencintai dan meneladani akhlak Rasulullah SAW.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan juga berharap semangat Maulid Nabi dapat memperkuat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat, serta mendorong semakin banyaknya amal saleh di tengah kehidupan bermasyarakat.

Dengan lantunan salawat dan doa yang dipanjatkan bersama, tabligh akbar tersebut menjadi momentum untuk memohon rahmat, keberkahan dan kemudahan dari Allah SWT bagi masyarakat Kabupaten Nunukan.(*)

Share :

Baca Juga

Advetorial

Gubernur Ajak Ormas dan Paguyuban Dukung Kamtibmas

Advetorial

Kapolda Kaltara Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat 334 Personel

Advetorial

Bupati Nunukan Lepas 33 Peserta Jamnas Pramuka XII 2026

Advetorial

Jamuan Makan Malam Peserta PPAP, Gubernur Perkenalkan Budaya Kaltara

Advetorial

Kapolda Kaltara Olahraga Bersama Warga

Advetorial

TNI-Polri Gelar Apel Pasukan Pengamanan WWF Ke-10 di Bali

Advetorial

Bupati Nunukan Lepaskan Penerbangan Perdana SOA Barang dan Penumpang ke Krayan

Advetorial

Surprise Korem 092 Maharajalila di HUT Bhayangkara Ke-78