NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan mendapatkan bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp200 juta dari PT SAGO. Bantuan tersebut dialokasikan secara khusus untuk mendukung Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Bantuan tersebut diserahkan oleh External Manager PT SAGO, Heri, kepada Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) R. Iwan Kurniawan didampingi Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Nunukan H. Asmar yang ditandai dengan penandatanganan serah terima di Ruangan Sekda Kantor Bupati Nunukan, Rabu 15 September 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Nunukan mengucapkan terima kasih atas kepedulian PT SAGO terhadap isu lingkungan dan bencana nasional di daerah.
”Pemerintah Daerah menyambut baik dan mengapresiasi langkah konkret serta respon cepat PT SAGO. Meskipun secara operasional PT SAGO sudah tidak melakukan aktivitas penambangan sejak triwulan ketiga tahun 2021, komitmen serta tanggung jawab sosial mereka pasca-operasi masih terus berjalan dengan sangat baik,” ujar Iwan.
I juga mengatakan tantangan penanganan karhutla mencakup kesiapan peralatan teknis serta kesiapan sumber daya manusia (SDM). Dukungan tersebut dinilai sangat vital untuk memperkuat sarana dan prasarana mitigasi bencana.
”Kebakaran hutan dan lahan tidak mengenal batas administratif. Kesiapsiagaan sarana penunjang yang memadai akan sangat membantu kita, tidak hanya untuk wilayah Nunukan, tetapi juga dalam saling mendukung dengan daerah sekitar jika dibutuhkan,” tambahnya.
Sementara itu, External Manager PT SAGO, Heri, menyatakan dana yang diberikan merupakan dana hibah sebagai bentuk partisipasi aktif perusahaan dalam mendukung program pemerintah daerah, khususnya di bidang kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
”Manajemen PT SAGO berkomitmen untuk terus berpartisipasi serta memberikan dukungan kepada Pemkab Nunukan dalam penanganan Karhutla. Dana donasi ini kami serahkan sepenuhnya kepada BPBD sebagai instansi teknis untuk dimanfaatkan dalam pengadaan peralatan medis, penunjang operasional, maupun sarana pencegahan Karhutla,” terang Heri.
Kalak BPBD Kabupaten Nunukan mengaku, bantuan ini sangat bermanfaat untuk menunjang operasional tim di lapangan. BPBD akan berkoordinasi dengan BPKAD terkait mekanisme administratif penyaluran dana sesuai dengan aturan yang berlaku.
Selain itu, BPBD berencana merencanakan alokasi bantuan ini untuk pengadaan unit operasional pendukung—seperti sepeda motor pemantau dan peralatan Karhutla—yang nantinya akan diberi label resmi kerja sama Pemkab Nunukan dan PT SAGO. (*)









