Lima kecamatan yang mengikuti lomba ini yakni Kecamatan Krayan, Krayan Barat, Krayan Selatan, Krayan Timur, dan Krayan Tengah. Masing-masing menampilkan olahan khas daerahnya, mulai dari ikan bakar, sayur daun singkong, umbut, kue tradisional, hingga makanan unik seperti ulat kelatang.

Bupati Nunukan H. Irwan Sabri bersama istrinya juga Ketua TP PKK Ny Andi Annisa Muthia Irwan, didampingi Kepala Dinas Pariwisata Abdul Halid serta para camat se-Krayan. Bupati Nunukan berkesempatan meninjau setiap stan peserta dan mencicipi hidangan yang disajikan.

“Saya sangat bangga melihat semangat masyarakat Krayan, lomba ini bukan hanya soal rasa, tapi juga tentang menjaga dan mencintai warisan kuliner tradisional kita,” ujar H Irwan Sabri.

Dewan juri terdiri dari dr. Febrian Tira Nita yang menilai menu makanan tradisional, dr. Evenjelina untuk kategori kue tradisional, serta ahli gizi Winda Veronika yang menilai menu sayuran tradisional.

Juara II diraih Kecamatan Krayan, dan juara III disabet Kecamatan Krayan Selatan. Juara favorit diberikan kepada Kecamatan Krayan Timur dan Krayan Selatan. Pemenang mendapatkan hadiah berupa trofi, sertifikat, dan uang pembinaan dari Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Nunukan.

Juara I mendapatkan Rp2 juta, juara II Rp1,75 juta, juara III Rp1,5 juta. Juara favorit masing-masing memperoleh Rp750.000 diserahkan oleh Ny. Andi Annisa Muthia Irwan, kepada masing-masing pemenag, pada malam penutupan rangkaian HUT Kabupaten Nunukan Ke-26 di Krayan, Jumat 24 Oktober 2025.

Perwakilan dari Kecamatan Krayan Timur, Maris mengungkapkan kebanggaannya bisa berpartisipasi dalam ajang ini. “Kami membawa menu sederhana tapi penuh cita rasa lokal, seperti none (lemang), labu merah, singkong, kelupis, jus alpukat, dan jus buah beluduh (kecombrang),” ujar dia.

Jangan Lewatkan  Pada HUT Kemerdekaan RI Ke-78, UPZ SAKTI Bagikan Bantuan Kepada Veteran

“Kami ingin menunjukkan bahwa makanan tradisional bisa tetap menarik dan disukai banyak orang,” tambahnnya.

Lomba kuliner tradisional ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas, tetapi juga mempererat persaudaraan antarwarga Krayan, semangat pelestarian budaya terasa kuat, seiring masyarakat berupaya menjaga keaslian rasa dan tradisi kuliner dari dataran tinggi Borneo.(*)