* 84 Calon Jemaah Haji se Pulau Sebatik
SEBATIK TIMUR – Camat Sebatik Timur, Zainal Abidinsyah pimpinan pembentukan panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) wilayahnya untuk pemberangkatan 2026. Hal ini berkaitan dengan penguatan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya yang akan berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini.
Sekadar informasi, jumlah CJH asal Pulau Sebatik pada 2026 ini sebanyak 84 orang terdiri 36 laki-laki dan 48 perempuan.
Pembentukan PPIH yang melibatkan lintas sektoral dari forkompimcam Sebatik Timur yang berlangsung pada Senin, 20 April 2026 sekitar pukul 13.30 Wita. Turut hadir, Polsek Sebatik Timur, Koramil 0911-02/Sebatik, Wadanki Brimob, Satgas Marinir Pengamanan Ambalat, personel PLBN Sei Nyamuk, Kantor UPP Syahbandar Kelas III Sei Nyamuk, Balai Kekarantinaan Kesehatan Wilker Sebatik Kelas I Tarakan, Kepala KUA Sebatik Timur, Kepala KUA Sebatik, Kepala Desa Bukit Aru Indah, tokoh agama Lasidi, Kepala Puskesmas Sei Nyamuk, Kasi Sosial dan Ekonomi Kecamatan Sebatik Timur, serta Danposal Sei Nyamuk.
Dalam arahannya, Zainal menyatakan, pembentukan PPIH bukan sekadar memenuhi aspek administratif, tetapi sebagai langkah strategis untuk memastikan seluruh proses pelayanan jemaah haji berjalan tertib, aman, dan terkoordinasi dengan baik.
Ia juga menegaskan peran penting Kecamatan Sebatik Timur sebagai penyelenggara pelayanan jemaah haji untuk seluruh wilayah Pulau Sebatik, sehingga dibutuhkan kesiapan yang lebih matang dan terintegrasi.
“Pelayanan haji adalah amanah yang sangat mulia. Jemaah adalah tamu Allah, sehingga wajib kita layani dengan sepenuh hati, profesional, dan penuh tanggung jawab. Apalagi Sebatik Timur menjadi pusat pelayanan jemaah haji se-Pulau Sebatik, maka kita harus benar-benar siap,” tegasnya.
Selanjutnya, Camat Sebatik Timur yang baru ini menjelaskan bahwa PPIH tingkat kecamatan memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelayanan langsung kepada jemaah. Fungsi tersebut meliputi pendataan dan verifikasi jemaah, fasilitasi pemeriksaan kesehatan, dukungan pelaksanaan manasik haji, hingga pengaturan teknis pemberangkatan dan pendampingan di lapangan.
Dalam forum tersebut, masing-masing instansi menyampaikan kesiapan dan dukungannya sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Unsur TNI dan Polri, termasuk Brimob, Satgas Marinir, serta Danposal Sei Nyamuk, menyatakan komitmennya dalam mendukung aspek pengamanan dan kelancaran kegiatan. Sementara itu, sektor kesehatan melalui Puskesmas dan Balai Kekarantinaan Kesehatan memastikan kesiapan layanan pemeriksaan serta pendampingan kesehatan jemaah.
Wakapolsek Sebatik Timur, IPDA Misni, dalam kesempatan tersebut menyoroti pentingnya pengamanan pada saat proses pemberangkatan dan penjemputan jemaah. Ia mengingatkan bahwa potensi kerawanan justru sering terjadi pada keluarga pengantar dan penjemput.
“Pengamanan perlu menjadi perhatian serius, khususnya saat keberangkatan dan penjemputan. Biasanya yang sulit diatur itu keluarga pengantar dan penjemput, sedangkan jemaah relatif lebih tertib. Ini perlu diantisipasi bersama agar kegiatan berjalan lancar dan aman,” ujarnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat, Lasidi, menekankan pentingnya ketelitian dalam pendataan barang bawaan jemaah guna menghindari potensi kehilangan. “Kami mengingatkan agar seluruh barang bawaan jemaah benar-benar didata dengan baik. Jangan sampai ada yang tercecer, karena ini bisa menimbulkan kendala bagi jemaah,” ungkapnya.
Selain itu, dukungan juga diberikan oleh KUA dalam pelaksanaan manasik haji, serta instansi lainnya dalam mendukung kelancaran teknis pemberangkatan. Rapat ini sekaligus menjadi forum koordinasi untuk menyamakan persepsi, memperkuat sinergi, serta mengantisipasi berbagai potens…








