Home / Nasional

Rabu, 17 Juni 2026 - 06:51 WIB

Sulteng Terus Diguncang Gempa, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

MAKASSAR – Dua hari terakhir secara berturut-turut Sulawesi Tengah diguncang gempa yang menyebabkan warganya dalam kondisi panik dan berusaha menyelamatkan diri. Berdasarkan laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa pertama terjadi pada Selasa, 16 Juni 2026 sekitar pukul 11.27.45 WITA dengan magnitudo 6,7 skala righter (SR) namun diprediksi tidak berpotensi tsunami.

Gempa pertama ini berada pada koordinat 1.03 derajat lintang selatan (LS). 120,24 derajat bujur timur (BT) atau tepatnya pada daratan 42 kilo meter  sebelah tenggara Palu dengan kedalaman 10 kilo meter. Memperhatikan episenter dan kedalaman hiposenternya BMKG menilai, gempa tersebut dangkal akibat sesar aktif dengan analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan turun (normal fault).

Gempa ini, lanjut BMKG, dirasakan di Sulawesi Selatan khususnya di Kabupaten Sigi, Sulteng. Kemudian, di Sulawesi Barat seperti di Kabupaten Polewali Mandar, Mamasa, Mamuju dan Pasang kayu. Di Sulawesi Selatan juga dirasakan getarannya di Kabupaten Pinrang, Parepare, Luwu Utara dan Provinsi Gorontalo di Kabupaten Pohuwatu, Boalema, Gorontalo Utara.

Menurut BMKG, hasil monitoring pada hari itu menunjukkan sembilan kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar 5,1 SR. Penyebab gempa di wilayah Sulteng ini, BMKG menyatakan, dipicu oleh sesar Sausu.

Pada hari Rabu,  17 Juni 2026 Sulteng diguncang gempa lagi dengan magnitudo 5,1 SR dengan kedalaman 5 kilo meter pada koordinat 1.14 derajat LS, 120.33 derajat BT pada pukul 2.29.38 WITA. Tepatnya pada 54 kilo meter sebe4lah barat laut Kabupaten Poso.

Sejumlah peristiwa gempa di Sulteng ini, membuat warga di daerah itu terus dihantui kepanikan dengan menyebabkan kerusakan fasilitas umum dan milik warga.

Oleh karena itu, Gubernur Sulteng Anwar Hafid mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik. “Saya imbau kepada seluruh masyarakat Sulawesi Tengah agar tetap waspada dan tidak panik akibat gempa yang berlangsung beberapa kali ini. Saya masih berada di Jakarta dalam rangka menjalankan pemerintahan dan segera pulang untuk melakukan monitoring pada daerah terdampak,” ucap dia melalui siaran persnya dan mengaku sedang berada di Jakarta.

Jangan Lewatkan  Anggota DPRD Nunukan Dorong Ketahanan Pangan

Anwar Hafid mengajak masyarakat Sulteng agar senantiasa menjaga keselamatan dan kesehatan. begitu pula kepada seluruh kepala daerah (Bupati dan Walikota) agar terus berkoordinasi dan melakukan tindakan penyelamatan terhadap warganya masing-masing dan melakukan evakuasi dini terhadap warga terdampak.

“Saya minta seluruh kepala daerah selalu memonitor dan mempercepat tindakan kepada warga terdampak,” ujar dia.

Informasi dari sejumlah warga Sulteng mengaku getaran akibat gempa yang terus berlangsung itu masih terasa hingga pukul 05.01 WITA dan menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan dan fasilitas lainnya. (*)

Share :

Baca Juga

Nasional

Kasus BTS BAKTi, Johnny Plate Diduga Minta Setoran Rp 500 Juta per Bulan Pada Salah Seorang Tersangka

Nasional

Hilal Hanya Terlihat di Aceh, Pemerintah: Awal Ramadan 1446 H Jatuh 1 Maret

Nasional

Perang Militer Kamboja-Thailand Meletus, Eskalasi Memanas

Nasional

SMSI Dorong Percepatan Pengesahan Revisi UU Penyiaran

Ekonomi-Bisnis

Kapolri: Tindak Tegas Penyelundupan Pakaian Bekas (Cakar)

Nasional

Anas Urbaningrum Terpilih Aklamasi Jadi Ketum PKN yang Baru

Nasional

Calon PMI Bermasalah Ditemukan Tewas Gantung Diri di Pohon

Nasional

MK Instruksikan 24 Daerah Pemungutan Suara Ulang, Ini Daftarnya