Home / Ekonomi-Bisnis

Jumat, 2 Juni 2023 - 10:50 WIB

Kalah Bersaing, Produk Dalam Negeri Menghilang di Pasaran, Minyak Goreng Malaysia Kuasai Pasar di Nunukan

Minyal goreng asal Malaysia mendominasi kebutuhan sehari-hari masyarakat perbatasan negara di Kabupaten Nunukan

Minyal goreng asal Malaysia mendominasi kebutuhan sehari-hari masyarakat perbatasan negara di Kabupaten Nunukan

Nunukan (BERANDATIMUR) – Pantauan harga sejumlah bahan pokok sehari-hari di pasar tradisional Kabupaten Nunukan, Kaltara ada yang turun dan sebagian mengalami kenaikan. Ada juga yang masih stabil alias tetap dengan harga eceran sebelumnya.

Namun ada yang menarik, dimana minyak goreng produk negara tetangga Malaysia kembali menguasai pasar-pasar di wilayah perbatasan negara ini.

Sehubungan minyak goreng produk dalam negeri menghilang di pasaran sejak beberapa pekan sebelumnya.

Ada sejumlah faktor yang menyebabkan minyak goreng produk dalam negeri menghilang di pasaran diantaranya persaingan harga dan kualitas.

Seperti yang dikatakan H Supardi seorang agen bahan pokok pada Kamis, 1 Juni 2023 menuturkan harga minyak goreng produk Indonesia harganya lebih mahal dibandingkan produk Malaysia.

Oleh karena itu, minyak goreng asal Malaysia sekarang ini merajai pasar-pasar di daerah itu.

Harga eceran minyak goreng produk Indonesia sebesar Rp15.000 per bungkus. Sementara minyak goreng asal Malaysia hanya Rp13.000 per bungkus.

Memang terpantau juga ada pedagang yang menjual eceran minyak goreng Malaysia sebesar Rp15.000 per bungkus.

Begitu pula soal kualitasnya. Supardi menyebutkan, takaran minyak goreng Malaysia pas 1 kilo gram per bungkus. Sedangkan minyak goreng Indonesia hanya 900 gram saja.

“Biar kita mau minyak goreng Indonesia memang tidak ada yang masuk Nunukan. Jadinya kita cuma jual minyak goreng Malaysia,” aku dia.

Ia juga mengatakan, meskipun ada stok minyak goreng Indonesia juga kemungkinan tidak laku terjual karena ada produk lain yang sama dengan harga lebih murah.

Minyak goreng Malaysia yang beredar di pasar-pasar Kabupaten Nunukan bermerk “minyak masak sawit palma”.

Ketiadaan minyak goreng produk Indonesia yang beredar di pasaran, diakui pula Saleh, seorang pedagang sembako di Pasar Porsas Nunukan pada Jumat, 2 Juni 2023.

Jangan Lewatkan  Sempat Tembus Rp250.000/Kg, Harga Cabai Rawit Mulai Turun

Ia katakan, minyak goreng Indonesia sudah menghilang sejak beberapa pekan lalu. Namun, berkat lancarnya kembali suplai dari negeri Jiran Malaysia sehingga kebutuhan minyak goreng bagi pelanggannya dapat terpenuhi.

Saleh mengungkapkan, harga jual minyak goreng Malaysia kepada pelanggannya sebesar Rp15.000 per bungkus.

“Tidak ada lagi minyak goreng Indonesia yang dijual pak. Sudah lama (tidak ada),” ujar dia.

Kondisi yang sama ditemukan di Pasar Inhutani, Pasar Yamaker, Pasar Jalan Rimba dan sejumlah kios sembako di daerah itu. (Redaksi)

Share :

Baca Juga

Daerah/Sulawesi Selatan

Sekprov Sulsel Desak Kabupaten/Kota Segera Bentuk Koperasi Merah Putih

Ekonomi-Bisnis

Pelni Nunukan Jamin Kemudahan Layanan Kepada Penumpang

Ekonomi-Bisnis

PT Andika Pratama Bumindo Bangun Rumah Murah di Bulukumba
Stok Minyakita Terbatas, Kemana Migor Malaysia, Apa Solusi Memasuki Bulan Puasa

Ekonomi-Bisnis

Stok Minyakita Terbatas, Kemana Migor Malaysia, Apa Solusi Memasuki Bulan Puasa
Indonesia Produksi BBM Biosolar (B35)

Ekonomi-Bisnis

Indonesia Produksi Biosolar B-35, Solar Campur Minyak Sawit

Ekonomi-Bisnis

Ingin Melihat Kondisi UMKM, Bupati Nunukan “Berburu” Takjil Puasa
H-7 Ramadan, Harga Sejumlah Bahan Pokok di Nunukan Naik

Ekonomi-Bisnis

Harga Telur Ayam Melonjak Tajam, Cabai Rawit Lokal Ikut Naik

Ekonomi-Bisnis

Barang Subsidi Malaysia Masih Beredar di Dalam Negeri, Begini Tanggapan Kadisperindagkop Kaltara