Home / Ekonomi-Bisnis

Jumat, 28 Februari 2025 - 14:32 WIB

H-1 Ramadan, Harga Sejumlah Bahan Pokok Naik Tipis, Telur Ayam Laris Manis

Nunukan (BERANDATIMUR) – Menjelang atau H-1 bulan suci Ramadan 1446 H, sejumlah bahan pokok di Kabupaten Nunukan naik tipis dan permintaan telur ayam ras meningkat tajam dibandingkan hari sebelumnya.

Seperti yang diutarakan Suardi, pedagang bahan pokok sehari-hari di Pasar Inhutani Kabupaten Nunukan pada Jumat, 28 Februari 2025. Ia menjelaskan, bahan pokok yang mengalami kenaikan harga diantaranya cabai rawit asal Sulsel dari Rp80.000 per kilo gram menjadi Rp85.000 per kilo gram. Bahkan harga cabai rawit diperkirakan tembus Rp100.000 per kilo gram pada bulan puasa nanti.

Harga cabai rawit lokal di pasaran berkisar Rp120.000 per kilo gram. Namun stoknya sangat terbatas sehingga diperlukan adanya pasokan dalam jumlah besar dari Sulsel untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan puasa ini, ungkap Suardi.

Barang lain yang naik tipis harganya pada H-1 Ramadan 1446 H adalah, telur ayam ras, gula merah dan bumbu masak. Bahkan permintaan atau penjualan telur ayam menjelang puasa cukup tinggi, dibandingkan pada hari-hari sebelumnya hanya terjual sampai lima ikat atau 25 rak saja tetapi sekarang begitu memasuki bulan puasa penjualan sampai 15 ikat atau 45 rak.

“Telur ayam ini sejak dua hari lalu penjualan cukup tinggi. Kalau hari-hari biasa hanya bisa terjual lima ikat (25 rak) saja tapi sekarang sampai 15 ikat (45 rak),” ucap Suardi kepada media ini. Selain ada harga bahan pokok yang naik tipis, sebagian diantaranya tetap stabil seperti bawang merah pada kisaran Rp35.000 per kilo gram, bawang putih seharga Rp30.000 per kilo gram.

Suardi menambahkan, kenaikan harga cabai rawit menjelang Ramadan 1446 H bukan disebabkan kurangnya pasokan dari Sulsel. Tetapi memang akibat dari tingginya harga pada tingkat petani. “Harga lombok (cabai rawit) naik karena memang harga tinggi dari petani di Sulsel. Jadi bukan karena stoknya kurang,” beber dia.

Jangan Lewatkan  Pembudidaya Rumput Laut Keluhkan Laut Tercemar Limbah Kelapa Sawit

Pantauan di Pasar Inhutani, animo masyarakat untuk membeli bahan kebutuhan pada malam pertama sahur cukup tinggi. (Redaksi)

Share :

Baca Juga

Ekonomi-Bisnis

My Cargo, Mencegah Ketegangan di Pintu Masuk Barang di Pelabuhan

Daerah/Sulawesi Selatan

Sekprov Sulsel Desak Kabupaten/Kota Segera Bentuk Koperasi Merah Putih

Ekonomi-Bisnis

Tolak Pergub Kaltara, Ribuan Pemukat Ancam Serbu DPRD Nunukan

Ekonomi-Bisnis

Seminar Akhir: Kaltara Layak Jadi Pusat Produksi Minyak Goreng

Ekonomi-Bisnis

Kapolri: Tindak Tegas Penyelundupan Pakaian Bekas (Cakar)

Ekonomi-Bisnis

Pedagang Lintas Batas Pertanyakan Pelabuhan Bongkar Resmi

Ekonomi-Bisnis

Walaupun Pasokan Berjalan Lancar, Warga Tetap Antre Elpiji 3 Kg

Ekonomi-Bisnis

Minyak Goreng dan Gula Pasir Malaysia “Dilarang” Diperdagangkan di Nunukan