SABAH – Suasana mencekam pada dini hari tepatnya Minggu, 19 April 2026, sekitar pukul 01.30 waktu setempat, sebuah permukiman padat penduduk yang berada di atas air laut di Sandakan, Sabah, Malaysia membara. Laporan sementara, diperkirakan ribuan rumah warga setempat yang umumnya terbuat dari kayu itu hangus terbakar.
Informasi dari Balai Bomba Sandakan, pihaknya mendapatkan informasi adanya musibah itu sekirar pukul 01.30 waktu setempat. Dimana, perumahan warga yang padat itu dilaporkan mengalami kebakaran sehingga petugas di negara bagian Sabah itu bergerak cepat dalam suasana sigap.
Masih laporan dari Balai Bomba Sandakan, permukiman warga yang berada di atas air menjadi salah kendala melakukan pemadaman dengan cepat ditambah air laut surut pada saat kejadian. Padatnya, rumah-rumah warga yang berbentuk panggung itu, informasinya sebagian dihuni oleh penduduk tanpa indetitas selaku pendatang di negara itu.
Akibat kebakaran ini yang terletak di Kampung Air pesisir Sandakan ini, menyababkan sekitar 9.000 jiwa yang kehilangan tempat tinggal dan ditempatkan di lokasi pengungsian terdekat dari lokasi kejadian. Dalam video yang diunggah Balai Bomba Sandakan, terlihat asap hitam tebal membubung tinggi disertai kobaran api yang meluas menyebabkan beberapa rumah sudah rata dengan air laut.
Tampak pula, beberapa perahu kecil jenis speedboat lalu lalang disela-sela rumah warga yang belum terbakar. Diperkirakan petugas berusaha mengevakuasi warga sekaligus melakukan pemadaman api yang dikhawatirkan “menjilat” rumah lainnya.
Atas kejadian ini, diinformasikan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim langsung menanggapinya dan melakukan tindakan cepat dengan berkoordinasi dengan otoritas Negeri Sabah untuk penyaluran bantuan kepada korban kebakaran. Termasuk solusi tempat tinggal sementara akan diupayakan oleh negara jiran itu. (*)









