Home / Hukum dan Kriminal

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:22 WIB

Sebagai Warisan Budaya Dunia, Pembuatan Pinisi di Tanah Beru Dikunjungi Lagi Puluhan Wisman

BULUKUMBA – Industri pembuatan kapal pinisi di Tanah Beru Kecamatan Bonto Bahari Kabupaten Bulukumba, Sulsel telah diakui dunia. Bahkan telah tercatat sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO, salah satu lembaga Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak 2017.

Tak ayal, legenda perahu pinisi ini menjadi salah satu magnet industri pariwisata internasional. Dibuktikan dengan kedatangan 90 wisatawan mancanegara (wisman) dengan menggunakan kapal pesiar MV Coral Geographer yang berlabuh di Tana Beru pada Jumat, 30 Januari 2026.

Tentunya, kedatangan tamu internasional ini hanya untuk menyaksikan langsung proses pembuatan perahu pinisi yang sudah melengenda itu.

Wisman yang datang mayoritas dari Australia, Selandia Baru, Inggris, Spanyol, dan Amerika Serikat. Disambut oleh Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Bulukumba, Hamrina Andi Muri bersama jajaran staf Disparpora, Camat Bonto Bahari, Andi Arfan Syukri serta tokoh masyarakat setempat.

Dengan bangganya, Hamrina Andi Muri memperkenalkan Pinisi sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda yang telah diakui oleh UNESCO sejak tahun 2017.

Ia mengatakan, bantilang Tana Beru bukan sekadar galangan kapal, melainkan simbol ketangguhan budaya masyarakat Kabupaten Bulukumba.

“Kami sangat bangga menyambut kehadiran para tamu dari berbagai belahan dunia. Kami berharap kunjungan ini memberikan kesan mendalam sehingga di masa depan, Bapak dan Ibu sekalian dapat kembali lagi bersama keluarga untuk menikmati keindahan Bulukumba,” ujar Hamrina.

Selain memamerkan industri pembuatan perahu Pinisi, Kadisparpora Kabupaten Bulukumba ini juga mempromosikan destinasi wisata unggulan lainnya, seperti pasir putih di Tanjung Bira, keunikan Suku Adat Ammatoa Kajang yang dikenal dengan pola hidup sederhana dan pakaian serba hitam.

Tak lupa juga mengajak wisman yang datang untuk hadir dalam gelaran tahunan Festival Pinisi sebagai bentuk komitmen daerah dalam melestarikan budaya.

Jangan Lewatkan  SMSI-Kedubes Iran Teken MoU Terkait Rencana Pertukaran Wartawan

Acara penyambutan wisman ditandai dengan pertunjukan kesenian, berupa tarian lokal, atraksi api dan permainan tradisional ma’laga bola takrow serta pertukaran cenderamata.

Cenderamata dari Pemkab Bulukumba diserahkan kepada seorang wisman yang sedang berulang tahun.

Selain itu, juga disajikan kuliner tradisional sambil menikmati suasana pantai, para turis mencicipi panganan khas lokal seperti onde-onde, pisang goreng, dan buah rambutan yang segar.

Setelah prosesi seremonial, para wisatawan mengeksplorasi kawasan pembuatan perahu didampingi oleh pemandu wisata dan staf Disparpora.

Wisman tampak antusias dan terkagum-kagum melihat teknik konstruksi kapal yang dilakukan secara tradisional tanpa gambar teknik formal, namun mampu menghasilkan kapal yang kokoh menerjang samudera.

Sebelum kembali ke kapal MV Coral Geographer pada pukul 12.00 WITA, para wisatawan menyempatkan diri berinteraksi dengan warga dan membeli berbagai oleh-oleh khas yang dijajakan masyarakat setempat sebagai buah tangan.

Kunjungan singkat namun padat ini diharapkan dapat memperkuat posisi Kabupaten Bulukumba sebagai destinasi wisata unggulan di peta pariwisata global dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal.(*)

Share :

Baca Juga

Hukum dan Kriminal

Meskipun Cuaca Panas, Warga Nunukan Serbu Tempat Wisata Pasca Lebaran
PT PLN ULP NUnukan Memadamkan Listrik

Hukum dan Kriminal

PLN Padamkan Listrik di Nunukan Pada 1-8 Maret 2023

Hukum dan Kriminal

Mendukung Swasembada Pangan, Polda Kaltara Tebar 15.000 Benih Lele

Hukum dan Kriminal

Wakil Ketua DPRD Nunukan, Arpiah Reses di Tanjung Cantik

Hukum dan Kriminal

PermenPAN-RB Nomor 6/2024, Kontrak PPPK Bisa Diperpanjang Lebih 5 tahun

Hukum dan Kriminal

Nunukan Tambah 6 APMS Baru, 2024 Ditarget Semua Kecamatan

Hukum dan Kriminal

Pesawat Pengangkut SOA ke Binuang, Krayan Tengah Hilang Kontak

Hukum dan Kriminal

Atlet Polda Kaltara Raih Perunggu Pada Kejurnas Pencak Silat Kapolri Cup II