BULUKUMBA – Konsistensi dan komitmen yang tinggi dari Pemerintah Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan untuk menurunkan angka kemiskinan dengan berbagai terobosan dan “manuver” akhirnya tembus pada angka 6,06 persen pada 2025 atau setara 25,880 jiwa.
Capaian ini menunjukkan persentase terendah pada 10 tahun terakhir sejak 2016 yang masih berkisar 8,08 persen. Bahkan tercatat urutan ke-6 terendah di Provinsi Sulawesi Selatan dari 23 kabupaten/kota.
Urutan pertama Kota Makassar dengan 4,43 persen disusul Kota Parepare pada 4,44 persen, Kabupaten Sidrap (4,49), Luwu Timur (5,79) dan Wajo (5,86).
Meskipun fluktuasi pergerakannya mengalami pasang surut seperti pada 2020 berada pada 7,10 persen tetapi naik pada 2021 menjadi 7,43 persen.
Kemudian turun lagi pada 2022 pada kisaran 7,39 persen hingga 2025 terus menurun dengan capaian 6,06 persen.

Angka kemiskinan yang terus menurun sejak 2022 di Kabupaten Bulukumba menunjukkan tren yang sangat apik dan mentereng. Karena persentase penurunannya cukup fantastis pada angka 0,5 persen lebih setiap tahun.
Data ini diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Bulukumba,
Capaian Kabupaten Bulukumba yang sukses menurunkan angka kemiskinan, sekaligus menegaskan keberhasilan berbagai program pembangunan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Bulukumba.
Pemerintah Kabupaten Bulukumba mmelalui Kabid Humas Diskominfo, Andi Ayatullah Ahmad menyampaikan bahwa jika ditarik ke belakang, tren penurunan kemiskinan terlihat jelas. Pada Maret 2021, angka kemiskinan Bulukumba masih berada di kisaran 7,43 persen, kemudian terus menurun menjadi 7,39 persen (2022), 7,22 persen (2023), 6,71 persen (2024), hingga akhirnya mencapai 6,06 persen pada 2025.
Tak hanya menurun secara internal, lanjut Andi Ullah, posisi Kabupaten Bulukumba juga semakin kompetitif dari seluruh kabupaten/kota di Sulsel.
“Angka kemiskinan Bulukumba juga terendah di wilayah bagian selatan Sulawesi Selatan,” ungkap Andi Ullah pada Senin, 9 Februari 2026.
Indikator kualitas kemiskinan juga menunjukkan perbaikan dimana Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) turun menjadi 0,70, dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menurun menjadi 0,12 pada Maret 2025.
Penurunan kedua indeks ini menandakan bahwa kesenjangan pengeluaran penduduk miskin semakin mengecil sehingga kondisi kemiskinan tidak semakin parah.
Capaian ini menjadi bukti bahwa program-program pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf dan Wakil Bupati Andi Edy Manaf berada pada jalur yang benar, mulai dari penguatan sektor pertanian dan perikanan, dukungan UMKM, peningkatan layanan dasar, hingga program perlindungan sosial yang lebih tepat sasaran.
Pemerintah Kabupaten Bulukumba berkomitmen untuk terus menjaga tren positif ini melalui kebijakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, agar pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat dan angka kemiskinan dapat terus ditekan secara berkelanjutan.
Berikut Data Kemiskinan Kabupaten Bulukumba 10 Tahun Terakhir
1. Tahun 2016 (8,06)
2. Tahun 2017 (7,97)
3. Tahun 2018 (7,48)
4. Tahun 2019 (7,26)
5. Tahun 2020 (7,10)
6. Tahun 2021 (7,43)
7. Tahun 2022 (7,39)
8. Tahun 2023 (7,22)
9. Tahun 2024 (6,71)
10. Tahun 2025 (6,06)









