SEBATIK TIMUR – Innalillahi wa inna ilaihi raji’un…Ustadz Suniman Latasi, ulama/tokoh agama kharismatik Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara ini telah meninggal dunia pada Minggu, 26 April 2026 sekitar pukul 12.00 Wita.
Warga Kecamatan Sebatik Timur khususnya, berduka cita yang mendalam atas kepergian ulama yang lahir pada 7 Februari 1958 ini di Marantale, Palu, Sulawesi Tengah. Penghormatan terakhir kepada almarhum dengan pembacaan biografinya.
Almarhum meninggalkan seorang istri bernama, Nurdian Karompot, dan lima anak, salah satunya bernama Muhlis Latasi yang cukup dikenal sebagai peraih juara Shalawat Nabi tingkat internasional.
Riwayat pendidikan almarhum semua di kampung kelahirannya hingga meraih gelar sarjana dari Mu’allimin Pusat Palu. Kiprah dakwahnya dimulai di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah dan berlanjut di Kabupaten Nunukan, khususnya di Pulau Sebatik.
Ketika memilih mengakhiri petualangan dakwahnya di Pulau Sebatik, almarhum bersama masyarakat membentuk dan mengembangkan berbagai lembaga pendidikan dan keagamaan Alkhairaat. Iapun didapuk sebagai Ketua Komda Alkhairaat Pulau Sebatik.

Selama itu, mulai mendirikan Madrasah Ibtidayah, MTs dan Pondok Pesantren Putra Alkhairaat Sebatik Timur. Ia juga diamanahkan menjabat Ketua Dewan Pembina YIIPS, Wakil Ketua Yayasan Mutiara Bangsa yang membina SMP, SMK, dan Pondok Pesantren. Sekaligus menjabat Ketua MUI Pulau Sebatik dan pengurus LPTQ Sebatik Timur.
Sosoknya yang sederhana, istiqamah dalam berdakwah, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat dengan membina generasi muda dan memperkuat nilai-nilai keagamaan menjadikan dirinya sangat dikenang.
Kepergian ulama kharismatik Pulau Sebatik ini, membawa duka mendalam bagi Camat Sebatik Timur, Zainal Abidinsyah. Pasalnya, kedekatan yang sangat akrab bagi keduanya sudah terjalin selama 29 tahun.
Camat Sebatik Timur yang membacakan biografi almarhum dengan suasana yang emosional sehingga tak kuasa menahan haru dan kesedihan bersama ratusan pelayat yang hadir pada acara pemakaman tersebut. Menurut Zainal, sejumlah kenangan dan kebersamaan bersama almarhum masih terlintas. Dimana, keteladanan dalam berjuang dan mengabdikan diri selama hidupnya masih sangat terkenang.
Pemerintah Kecamatan Sebatik Timur menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum. Semoga segala amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT, diampuni segala dosa dan khilafnya, serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.









