MAKASSAR – Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Akhmad Munir mengajak wartawan di Sulawesi Selatan senantiasa menjaga soliditas dan menjunjung tinggi integritas.
Hal ini diutarakan Ketua Bidang Organisasi Zulkifli Gani Ottoh mewakili Ketua Umum PWI Pusat saat membuka Konferensi Provinsi PWI Sulawesi Selatan di Gedung Graha Pena Jalan Urip Sumoharjo Makassar pada Selasa, 2 Juni 2026.
Zulkifli yang juga menjabat Plt Ketua PWI Sulsel menekankan, pentingnya menjaga maruah profesi kewartawanan dengan mengedepankan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan berpedoman pada UU Pers Nomor 40 Tahun 1999.
Ia juga mengharapkan pelaksanaan Konferensi Provinsi PWI Sulsel yang dihadiri 400-an anggota ini dapat dijalankan dengan berdasarkan pada ketentuan Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/ART).
“Pelaksanaan Konferensi (Provinsi Sulsel) ini supaya berjalan aman dan damai dengan menjaga soliditas dan kebersamaan,” harap Plt Ketua PWI Sulsel ini.
Tak lupa dia mengingatkan agar konferensi ini dijadikan ajang untuk bersaing tanpa adanya riak-riak yang bisa menimbulkan kesalahpahaman diantara wartawan di Sulsel khususnya anggota PWI.
“Kedepannya supaya tidak ada lagi demo-demo yang mendemo organisasinya sendiri. Sebab PWI adalah milik bersama,” ujar Zulkifli.
Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat ini juga menyinggung perihal keberadaan kantor baru yang terletak di Jalan Maccini Sawah Kota Makassar. Dimana kantor baru tersebut sudah menjadi milik PWI Sulsel pasca perpindahan dari kantor sebelumnya yang terletak di Jalan AP Pettarani Makassar yang menjadi milik Pemprov Sulsel berdasarkan putusan pengadilan negeri.
Pembukaan Konferensi Provinsi PWI Sulsel dimulai pukul 10.30 Wita dihadiri dari Forkopim Sulsel, Walikota Makassar, Ketua PWI Sulsel periode 2021-2026 (Agus Salim Hamu).
Berdasarkan data yang diperoleh dari panitia penyelenggara jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 305 orang yang memiliki hak suara dan hak dipilih yakni anggota PWI Sulsel ber KTA PWI Sulsel kategori biasa dan seumur hidup. Kemudian peninjau dari anggota PWI ber KTA muda, anggota kehormatan dan anggota luar biasa. (*)









