Home / Advetorial / Pemkab Bulukumba

Kamis, 16 April 2026 - 05:57 WIB

Filosofi “Pasang Ri Kajang” Menggaung di Amerika, Mengungkap Konsep Dunia Ada di Bulukumba

AMERIKA SERIKAT – Ketika dunia berlomba merumuskan konsep keberlanjutan, seorang pemuda Kabupaten Bulukumba justru datang dengan sesuatu yang lebih mendasar, yakni praktik yang telah hidup selama ratusan tahun.

Namanya Andi Reski Anggraini yang tampil dalam Forum Fellows YSEALI (Young Southeast Asian Leaders Initiative) yang digelar di Washington DC, Amerika Serikat. YSEALI ini merupakan “Professional Fellows Program Spring 2026” membawa perspektif yang tidak hanya relevan, tetapi juga proven.

“YSEALI Fellows Forum menjadi ruang refleksi sekaligus langkah awal untuk kolaborasi yang lebih luas. Saya percaya bahwa kepemimpinan adalah tentang bagaimana kita membawa pulang manfaat dan menciptakan dampak bagi komunitas,” ujar Andi Reski Anggraini.

Melalui forum ini, para fellows mempresentasikan gagasan dan rencana tindak lanjut (action plan – projects) yang berfokus pada isu-isu strategis di kawasan. Dimana, Andi Reski mengeksplorasi peluang kolaborasi antara Indonesia dan Amerika Serikat, khususnya dalam penguatan industri kopi berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat berbasis kewirausahaan sosial.

Di tengah diskursus global tentang sustainability, Andi Reski menyoroti satu hal, bahwa dunia tidak kekurangan konsep, tetapi seringkali kehilangan akar. Akar itu ada di Bulukumba.
Di wilayah yang sama dengan asalnya, Masyarakat Adat Kajang telah lama menjalankan sistem hidup berbasis keseimbangan alam.

Filosofi “kamase-masea” hidup secukupnya, menjaga alam tanpa eksploitasi berlebihan bukan sekadar nilai budaya, tetapi sistem keberlanjutan yang nyata dan teruji waktu.

Apa yang hari ini disebut sebagai sustainable supply chain, konservasi hutan, hingga ethical production telah menjadi praktik keseharian masyarakat Kajang jauh sebelum istilah-istilah tersebut populer di panggung global.

Narasi inilah yang menjadi fondasi dari Ondeway Sinergi Indonesia, sebuah social enterprise yang didirikan Andi Reski dan pasangannya Andi Awal Irsyad yang akrab disapa Boim untuk mengembangkan ekosistem kopi berbasis dampak yang menghubungkan petani, pasar, dan komunitas, sekaligus membuka peluang bagi kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas. Namun ondeway tidak berhenti pada produk, tetapi membangun ulang cara pandang.

Jangan Lewatkan  Pasca Lebaran, Ditlantas Polda Kaltara  Aktif Kembali Gatur Lalin

Selama menjalani penempatan di Westrock Coffee Company di Little Rock, Arkansas, Andi Reski mempelajari bagaimana industri kopi global beroperasi dalam skala besar, mulai dari efisiensi rantai pasok hingga standar kualitas internasional.

Tetapi di saat yang sama, ia melihat celah. Bahwa sistem global sering kali kuat secara struktur, tetapi lemah dalam konteks, terutama dalam memahami realitas petani di tingkat akar rumput.

“Keberlanjutan tidak bisa hanya dibangun dari atas tapi harus tumbuh dari bawah, dari komunitas yang hidup langsung dengan alam,” tegasnya.

Melalui YSEALI Fellows Forum, Andi Reski membawa gagasan yang lebih dari sekadar kolaborasi bisnis dengan menawarkan pendekatan baru yakni mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam sistem global.

Visinya jelas, mendorong industri kopi yang tidak hanya berbicara tentang kualitas dan profit, tetapi juga distribusi nilai yang adil, pelestarian lingkungan, dan inklusi sosial.

Dalam model ini, petani tidak lagi menjadi titik paling lemah dalam rantai pasok, melainkan pusat dari ekosistem. Komunitas adat tidak dipinggirkan, tetapi diakui sebagai penjaga pengetahuan yang mengakar. Dan kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas, tidak sekadar dilibatkan tetapi diberdayakan.

Dari Bulukumba ke Washington, pesan yang dibawa Andi Reski cukup sederhana. Namun kuat untuk masa depan industri global bahwa tidak hanya ditentukan oleh inovasi, tetapi juga oleh kemampuan untuk kembali belajar dari akar.

Akar itu kini mulai terhubung ke dunia melalui “Ondeway Sinergi Indonesia” sebagai sebuah perusahaan sosial berbasis kopi yang berfokus pada pemberdayaan petani, peningkatan kualitas produk, serta inklusi sosial.

Basisnya di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Ondeway membangun ekosistem kopi berkelanjutan yang menghubungkan nilai lokal dengan standar kualitas global.(*)

Share :

Baca Juga

Advetorial

Dinkes-PKK Bulukumba Ikut Launching Membaca Buku KIA

Advetorial

Sekprov Kaltara Minta Serapan Anggaran Dipacu

Advetorial

Delegasi Ibu Pejabat Polis Sabah Tiba di Tanjung Selor

Advetorial

Bupati Nunukan Buka Paras Festival Hadirkan 2 Artis

Advetorial

Gubernur Apresiasi Kemeriahan MTQ IX di Tana Tidung

Advetorial

Bupati Nunukan Sampaikan Visi Misi Pada Rapat Paripurna DPRD

Advetorial

Tinjau Lokasi Banjir, Bupati Laura Salurkan Bantuan Kepada Masyarakat

Advetorial

Pemprov Kaltara: Pelaksanaan SOA Tetap Berjalan