BULUKUMBA – Pelaksanaan Jambore Pelayanan Publik (JPP) Pemkab Bulukumba kini ditempatkan di Kecamatan Kajang yang berlangsung Lapangan Desa Tambangan pada 7-8 Oktober 2026.
Kehadiran JPP di kecamatan ini disambut antusias oleh warga, karena tidak perlu ke kota lagi untuk mendapatkan kelengkapan administrasi yang dibutuhkan.
Salah seorang warga Desa Possi Tanah Kecamatan Kajang, Nirwana menuturkan keberadaan JPP di wilayahnya sangat membantu dan memudahkan warga.
“Saya perbarui KTP (kartu tanda penduduk). Saya puas dengan pelayanan di sini. Sangat bagus karena tidak harus ke kota lagi,” ucap dia.
Hal serupa diungkapkan oleh warga Kajang lainnya dari Desa Bonto Baji bernama Ansar. Ia mengatakan JPP ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Daerah dalam menjemput bola di pelosok desa.
Menurut Ansar, kegiatan ini sangat bagus dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Ia berharap Pemkab Bulukumba bisa terus melaksanakannya secara berkelanjutan.

“Kami apresiasi Jambore Pelayanan Publik ini. Sangat memudahkan masyarakat, paling umum dalam hal mengurus administrasi kependudukan. Ini bukti pemerintah daerah benar-benar melayani masyarakatnya. Semoga bisa berlangsung setiap tahunnya, kalau perlu dua kali dalam setahun,” jelas Ansar.
JPP di Kecamatan Kajang adalah yang ketiga kalinya dilaksanakan oleh Pemkab Bulukumba setelah Kecamatan Kindang dan Bontotiro. Dijadwalkan terlaksana pada sembilan kecamatan.
Untuk hari pertama, pelaksanaan jambore pelayanan dibuka pada pukul 13.00 Wita. Tampak warga membludak mengisi setiap booth pelayanan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), terutama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Sosial (Dinsos), serta Dinas Kesehatan (Dinkes).
Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf yang hadir di lokasi jambore pada malam harinya sekaligus membuka ruang dialog dan mendengarkan secara langsung keluhan masyarakat. Setelah itu dilanjutkan dengan acara hiburan.
Berdasarkan rekapitulasi sementara OPD pada hari pertama mencatatkan layanan sebagai berikut:
Disdukcapil 237 layanan dengan rincian 44 perekaman e-KTP, 167 pencetakan/penggantian KTP, 14 layanan kartu keluarga, 5 kartu identitas anak (KIA), 3 akta kematian, serta 4 akta kelahiran.
Sementara itu, Dinsos mencatat 287 pemohon terdiri atas 115 pengecekan dan pengajuan BPJS PBPU Pemda, 1 penerbitan DTSEN, 5 pengecekan bantuan sosial, dan 166 layanan pengecekan DTSEN dan desil.
Layanan pengecekan DTSEN dan desil menjadi salah satu layanan yang banyak dimanfaatkan masyarakat untuk memperoleh informasi terkait data sosial ekonomi.
Di bidang kesehatan, Dinkes melayani 287 orang terdiri atas 243 orang cek jesehatan gratis (CKG), 12 layanan bantuan hidup dasar (BHD), 4 pemeriksaan dokter, 3 pasien emergensi PSC, serta 25 orang yang mengikuti sosialisasi griya sehat.
Tidak hanya masyarakat umum, BKPSDM Kabupaten Bulukumba juga menghadirkan layanan khusus bagi para ASN yang berada di wilayah Kecamatan Kajang.
Kehadiran layanan kepegawaian ini memungkinkan ASN memperoleh pelayanan tanpa harus datang langsung ke Kantor BKPSDM di daerah itu.
Pada hari pertama, BKPSDM mencatat 57 layanan, terdiri dari 39 layanan DMS, 7 konsultasi kepegawaian, 4 layanan absensi dikerja, 3 layanan pangkat dan mutasi, 2 layanan PPPK dan 2 layanan cuti
Layanan tersebut menjadi bagian penting dari konsep JPP yang tidak hanya mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat, tetapi juga memberikan kemudahan bagi aparatur pemerintah yang berada di wilayah kecamatan.
Hadir juga Sekda Kabupaten Bulukumba Muh. Ali Saleng, Ketua Panitia JPP sekaligus Kadis Kominfo Kabupaten Bulukumba Andi Uke Indah Pertamasari bersama para Pimpinan OPD lainnya, sejumlah pimpinan instansi vertikal, Camat, Kepala Desa, Lurah, hingga tokoh masyarakat.(*)









