Home / Hukum dan Kriminal

Senin, 19 Agustus 2024 - 10:53 WIB

Masyarakat Sebatik Harapkan PLBN Sei Pancang Segera Dioperasikan

Tokoh masyarakat Pulau Sebatik Haji Herman Baco (Haji Andeng) paling kiri foto bersama usai mengikuti upacara HUT Kemerdekaan RI yang ke-79, Minggu (17/8). FOTO: BT.Com

Tokoh masyarakat Pulau Sebatik Haji Herman Baco (Haji Andeng) paling kiri foto bersama usai mengikuti upacara HUT Kemerdekaan RI yang ke-79, Minggu (17/8). FOTO: BT.Com

Sebatik (BERANDATIMUR) – Masyarakat Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara mengharapkan pemerintah segera mengoperasikan pos lintas batas negara (PLBN) Sei Pancang yang dibangun dengan anggaran hingga ratusan miliar rupiah.

Sekadar diketahui, PLBN Sei Pancang ini telah rampung dibangun sejak dua tahun lalu, namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan dioperasikan. Padahal, keberadaan PLBN sangat menguntungkan pada berbagai sektor bagi masyarakat perbatasan di Pulau Sebatik.

“Kita masyarakat Pulau Sebatik dan Kabupaten Nunukan pada umumnya menginginkan PLBN Sei Pancang ini segera dioperasikan. Sebab dapat mengangkat perekonomian masyarakat dan nasionalisme masyarakat,” ungkap Haji Herman Baco, salah seorang tokoh masyarakat Pulau Sebatik kepada awak media ini pada Minggu, 17 Agustus 2024.

Seiring dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI yang ke-79, dia meyakini, apabila PLBN Sei Pancang dioperasikan dengan sendirinya pembangunan infrastruktur di Pulau Sebatik akan meningkat secara signifikan.

Perlu diketahui, kata dia, sejak 1980-an hingga sekarang, nasionalisme masyarakat tidak perlu diragukan lagi.

Namun secara umum, kehadiran PLBN tersebut sudah sangat berdampak bagi perekonomian masyarakat dengan keinginan masyarakat membangun fasilitas yang nantinya sangat dibutuhkan bagi warga setempat maupun pendatang. Seperti hotel, ruang hiburan, fasilitas olahraga, rumah makan dan sebagainya.

“PLBN ini sangat memberikan dampak bagi masyarakat di Pulau Sebatik walaupun belum dioperasikan, buktinya sudah semakin banyaknya bangunan di sana sini. Apalagi dengan adanya IKN (Ibu Kota Nusantara),” ujar tokoh masyarakat ini yang sering disapa Haji Andeng.

Ia menyatakan, keberadaan IKN juga memberikan dampak positif karena Pulau Sebatik dapat menjadi penyangga secara ekonomi dan bidang lain karena letak geografisnya berada di perbatasan negara antara Indonesia dengan Malaysia.

Jangan Lewatkan  75,34 Persen Capaian Penerimaan Pajak Daerah Kabupaten Bulukumba 2025, 5 Sektor Lampaui Target

Bahkan Haji Andeng berharap Bupati Nunukan yang baru nanti punya pemikiran untuk menyambungkan daratan Pulau Sebatik dengan daratan besar Pulau Kalimantan sehingga akses ke IKN sangat mudah dijangkau. Yaitu membangun jembatan Pulau Sebatik-Pulau Nunukan dan Pulau Nunukan-Sei Ular Kecamatan Seimenggaris.

“Ini lebih penting memikirkan menyambung daratan Pulau Sebatik ke daratan Pulau Kalimantan daripada memikirkan memekarkan Pulau Sebatik. Kalau itu terealisasi tidak usah kita mekarkan (Pulau Sebatik),” tegas dia.

Kenapa pemikiran masyarakat Pulau Sebatik berubah (tidak mau dimekarkan lagi) karena keberadaan PLBN di Sei Pancang itu? Memang, lanjut dia, sebelum ada PLBN, masyarakat Pulau Sebatik ingin “berpisah” dari Kabupaten Nunukan karena alasan pelayanan publik.

Menurut dia, keberadaan PLBN di Pulau Sebatik ini optimis pemerintah pusat akan memikirkan pembangunan jembatan penghubung Pulau Sebatik-Pulau Nunukan dan Pulau Nunukan-Sei Ular. “Kan sudah nyambung ke IKN,” ujar dia seraya menambahkan, salah satu faktor yang mengurungkan niat masyarakat Pulau Sebatik untuk dimekarkan dari Kabupaten Nunukan menjadi daerah otonomi baru karena keberadaan IKN itu.

“Keberadaan PLBN dan IKN ini mengubah pemikiran (masyarakat Pulau Sebatik) untuk mekar. Semua berubah karena apalagi alasan (untuk dimekarkan) kalau sudah satu daratan dengan ibu kota negara. Kalau sebelumnya masyarakat bersama tokoh-tokoh Pulau Sebatik mau dimekarkan supaya pembangunan infrastruktur bisa berkembang,” beber Haji Andeng.

“Kalau (jembatan penghubung ke daratan besar Kalimantan dibangun) ini terjadi maka dipastikan pemerintah pusat akan memperhatikan pembangunan infrastruktur di Pulau Sebatik karena adanya PLBN ini,” tandas pengusaha sukses yang tidak pernah berminat menduduki jabatan politik ini.

Jika PLBN ini tidak dioperasikan secepatnya, maka sangat menguras anggaran negara dalam hal pemeliharaan dan biaya operasional seperti pembayaran listrik dan air bersih. “Pembayaran listriknya saja itu PLBN mencapai ratusan juta setiap bulannya,” sebut Haji Andeng.

Jangan Lewatkan  PKN Nunukan Mulai Menjalin Komunikasi Dengan Kandidat Bakal Calon Bupati

Salah seorang warga Sei Pancang bernama Amir pun punya harapan yang sama, agar PLBN yang berdiri megah di tengah-tengah perkotaan Pulau Sebatik ini segera dioperasikan. Mengingat, bangunan megah yang dapat dikatakan ikon Pulau Sebatik ini akan memberikan dampak positif yang sangat signifikan pada berbagai sektor. (Redaksi)

Share :

Baca Juga

Hukum dan Kriminal

Mantap! Siswa Baru SD-SMP di Bulukumba Terima Seragam Gratis

Hukum dan Kriminal

Anggota DPRD Nunukan Dorong Ketahanan Pangan

Hukum dan Kriminal

Bansos Pemda Nunukan Diduga Hanya Menyasar Warga “Dikita” Oknum Ketua RT

Hukum dan Kriminal

Eks Napi Ini Nyaleg di PSI, Bebas 2017

Hukum dan Kriminal

Oknum BPD Ajikuning Berstatus Wartawan Hina Profesi Wartawan, SMSI Berang
PSM Juara Liga BRI 1 2022-2023

Hukum dan Kriminal

PSM Juara Liga BRI 1 2022-2023, Suporter Teriaki Menpora “Stadion… Stadion… Stadion”
PT PLN ULP NUnukan Memadamkan Listrik

Hukum dan Kriminal

PLN Padamkan Listrik di Nunukan Pada 1-8 Maret 2023

Hukum dan Kriminal

Komitmen Pemerataan Penempatan Tenaga Pendidik dan Layanan Kesehatan